“Hidup itu laksana naik sepeda.
Untuk mempertahankan keseimbangan,
kamu harus tetap bergerak” (Albert Einstein).
Sepeda Tertua di Indonesia

Inilah sepeda onthel tertua di Indonesia. Tampak empat pakar sepeda tua dari Komunitas Sepeda Tua Belanda berfoto dengan sepeda ontel tertua di Indonesia bermerk Fongers keluaran tahun 1899.
Untuk melihat perjalanan “road show” keempat pakar sepeda dari organisasi sepeda tua Belanda disaat keliling pulau Jawa, yang buku-buku dan artikel-artikel mereka juga sebagai barometer majalah sepeda seluruh dunia tersebut, silahkan ke artikel: Exhibition “De Oude Fiets” 116 tahun Budaya Bersepeda di Indonesia (1895-2011)


Sepeda tipe Tricycles tertua di Indonesia, buatan sekitar tahun 1890-an, merk: unknown, made in: England, collection of Jakarta National Museum.
![]()
![]()
Mengapa Onthel?
Mengapa harus menyukai sepeda onthel yang berumur tua?
Banyak alasan tentang itu, diantaranya: menyukai sesuatu yang langka, yang orang lain belum tentu memilikinya.
Pada awalnya semua ini bukanlah masalah harga, namun kelangkaan. Lalu harga akan otomatis mengikuti sesuatu yang langka, yakni: mahal.
Suatu Kepuasan
Seseorang yang mempunyai rasa kebanggaan yang tinggi, tidak akan pernah puas jika memiliki apapun. Selama segala sesuatunya itu masih banyak yang dapat memilikinya maka inilah awal terjadinya hobi. Dari hobi itu lalu meningkat menjadi kolektor.
Pada awalnya, rasa puas seperti ini hanya dapat dimiliki oleh orang-orang kaya-raya saja. Karena hanya orang-orang yang mempunyai kekayaan materi yang sangat melimpah sajalah yang dengan sangat mudah dapat memiliki barang langka.
Pada akhirnya bagi mereka para kaya, uang bukanlah segalanya. Kemudian mereka akan mulai memburu barang tua tersebut. Karena jika sudah berhasil memiliki barang langka itu, berarti mereka sudah berhasil memiliki kepuasan batin dan akhir dari segala yang dapat ia miliki.
Maka dari itu sejak zaman dulu, “rasa” ini hanya dapat dimiliki oleh para golongan bangsawan, artis, olahragawan dunia ataupun pejabat alias para milyarder.
Namun bukan berarti hanya golongan yang banyak uang saja yang boleh memiliki “rasa puas” itu.
Sebagai contoh, anda pasti pernah melihat acara M-tv yang mana acara tersebut mengajak kita ke rumah artis-artis milyarder Hollywood. Kemudian kita diajak masuk ke rumahnya hingga ke halaman belakang.
Rumah yang sudah seperti istana itu pasti isinya sudah komplit dengan kolam renang dan lapangan serta lainnya, hingga berhektar-hektar. Kemudian akan terlihat di garasi mereka terdapat mobil-mobil bermerk kelas atas, seperti Ferrari, Bentley, Maserati, Mercedes Benz, Porsche, Lamborghini, Hummer, Rolls Royce bahkan Bugatti Veyron dan masih banyak lainnya.
Namun mereka para orang kaya-raya tersebut pasti juga memiliki sesuatu yang unik dan klasik. Di dalam acara di M-tv tersebut terlihat sangat banyak dari para milyarder itu ternyata juga memiliki barang antik. Ini hanya merupakan contoh kecil saja.
Ternyata benar saja, di dalam garasi tempat mobil-mobil mewah yang biasa mereka parkir terdapat juga mobil-mobil klasik langka, yang hanya tersisa dikit saja di seluruh dunia.
Namun mobil-mobil klasik itu ditempatkan pada urutan paling belakang, yaitu dibelakang mobil-mobil mewah yang lebih sering digunakan sehari-hari. Mengapa? karena mobil itu sangat disayanginya dan jarang dipakainya, seperti Mustang, Dodge, Ford, Chevrolet, hingga VW bahkan merk-merk lain yang sangat langka dan tua serta tidak diproduksi lagi.
Mengapa mereka masih menyimpan barang-barang kuno, antik dan jadul bahkan produk itu sudah tidak diproduksi lagi?
Seperti telah disebutkan pada awal tadi, mereka merasa puas memiliki barang yang tidak bisa dimiliki oleh banyak orang alias pasaran. Dan pastinya otomatis tidak akan ternilai harganya, karena kepuasan dan kebanggaan yang dirasakan tidak akan dapat dinilai bahkan dibeli dengan uang.
Selain mobil, biasanya mereka juga memiliki motor Harley Davidson keluaran tua. Dan setiap orang kaya yang memiliki mobil tua dan motor tua, dapat dipastikan mereka juga pasti memiliki mobil yang sangat mahal. Apalagi kalau sekedar motor Harley Davidson, pasti punya dan yang terbaru pula.
Pada komunitas gang Harley Davidson juga demikian, setiap ada gathering di USA, maka berderetlah ratusan motor-motor tersebut. Kebanyakan adalah produksi tahun 80, 90 bahkan 2000-an.
Semua motor dideretkan bersyaf-syaf, menurut tahun pembuatannya. Namun untuk motor-motor Harley Davidson yang tua dan langka, motor mereka dikhususkan diparkir para row atau deretan pertama. Dan mereka para pemilik motor tahun yang lebih tua tersebut pasti sudah terkenal di komunitasnya, para pemilik motor tersebut tahu mereka.
Maka, mereka para atis Hollywood, rata-rata pasti juga memiliki mobil-mobil tua dan langka, khusus yang pria biasanya mereka juga memiliki motor Harley Davidson tua dibawah tahun 50-an. Lebih bergengsi daripada memiliki Harley Davidson tahun yang terbaru. Ya terang saja, dengan mudah mereka bisa membelinya karena masih diproduksi, gampang toh?
Sedangkan barang yang lebih tua otomatis sangat susah dicari apalagi untuk dimiliki, karena langka.
Biasanya mereka mencari agen-agen jasa untuk mencarinya di negara lain. Setelah berhasil dimilikinya, ternyata mereka tidak selalu memakainya karena sangat disayanginya.
Hanya pada saat-saat tertentu saja atau pada event tertentu saja mereka mengeluarkan kendaraannya yang kuno dan langka tersebut. Misalkan, acara gathering komunitas atau saat penerimaan piala oscar, academy award. atau sekelasnya.
Saat mereka memakai kendaraan kunonya, otomatis semua mata akan menatap dan bibir akan berdecak kagum melihat barang-barang jadul yang tak ternilai harganya namun masih terawat dengan baiknya.
Harga yang “Gelap”
Karena harga barang jadul, langka dan jarang adalah “gelap“. Gelap disini dapat diartikan bahwa harga barang tersebut tidak mempunyai patokan harga, alias “gelap harganya“.
Pengertiannya, jika sebuah barang langka dihargai kepada orang awam seharga satu juta adalah mahal menurut orang itu, maka jika ditawarkan kepada orang lain yang mempunyai “satisfaction scores” atau “value of contentment” alias “sense of glamour“, tidak ada artinya dengan harga segitu. Jangankan harga satu juta, harga seratus juta pun akan dibelinya.
Disitulah letak “gengsi” dan “prestise“nya barang jadul tersebut, rasa dan kepuasan yang telah memilikinya tidak dapat dinilai dengan uang.
Bahkan diceritakan pula, jika membawa kendaraan jadul dan langka tersebut lalu kebetulan berhenti karena terkena lampu merah di perempatan jalan, semua mata pasti memandangnya.
Bahkan jika ada seseorang sedang menaiki mobil atau motor termahal sekalipun lalu berhenti disebelah kendaraan jadul itu disaat lampu sedang merah, mereka pasti juga akan memandangnya. Justru tiada orang yang melihat mobil terbaru yang merka kendarai dan berharga mahal itu, kenapa? karena sudah banyak yang memilikinya.
Biarpun mobil, motor atau sepeda anda adalah yang TERMAHAL untuk saat ini, namun selama ada uang, maka akan banyak sekali yang dapat memilikinya. Ini tidak berlaku untuk barang jadul yang langka.
Ada juga beberapa kisah dijalanan, salah-satunya adalah jika Anda menyenggol, menyerempet apalagi menabrak kendaraan jadul dan langka tersebut, misalnya mobil, motor bahkan sepeda onthel sekalipun.
Jangan berharap mereka mau diberi uang sebagai pengganti kerugian, karena mereka hanya ingin anda mencarikan spare-part yang sama, yang telah anda rusak tersebut.
Misal, anda menyerempet sepeda fixie dan rusak crank depannya. Harga crank depan sepeda fixie brapa? Dua juta? Berikan uang dua juta kepada pengendara fixie tersebut, maka masalah selesai.
Namun tidak demikian dengan sepeda onthel, jika anda menyerempet sepeda onthel dan rusak crank depannya yang langka, maka mereka tidak mau diganti uang. Brapa harganya? Satu juta? Berikan ke pengendara onthel tersebut, mereka tidak akan mau.
Mereka para ontelis hanya mau jika anda yang mencari spare-part atau asesoris tersebut dan menggantinya dengan yang sama. Memang repot. Ini masalah kelangkaan, bukan uang. Ada uang, ada barang… tapi mahal? beli saja!. Tapi jika ada uang sekalipun namun barangnya langka, maka belum tentu ada.
Barang mahal: ada uang ada barang…. Barang langka: ada uang tidak ada barangnya… nah lo! Mau ngomong apa? anda hanya bisa mencarinya…. atau menunggu “mukzizat”, mungkin suatu saat barang tersebut ada.
Itulah, mengapa dalam hal jenis sepeda….. masih banyak yang memilih sepeda onthel… karena tua, unik, klasik, langka dan tidak semua bisa mendapatkan sepeda onthel yang asesorisnya asli orisinil.
Disukai Generasi Muda
Namun kini, para generasi muda di seluruh penjuru dunia pun juga sudah mulai melirik kendaraan antik zaman ayah, kakek atau buyutnya itu.
Mereka juga sudah mulai memburu dan mempelajari sejarah sepeda tua dari para seniornya.
Untuk mereka yang baru memulai dan tertarik sepeda tua, tidak harus memiliki sepeda langka yang bernilai historis tinggi dan mahal harganya. Cukup beli yang baru saja.
Mereka, para kaum muda justru lebih menyukai gaya (style) kostum-kostumnya yang sangat modis, terkesan jadul. Namun lepas dari itu semua, sepeda onthel adalah sepeda yang pantas dikendarai memakai baju / kostum apapun.
Mulai dari kostum petani, tukang, demang, polisi, tentara bahkan kostum pejabat. Terserah kostumnya, jika ingin memakai jas kantoran pun pantas. Onthel adalah sepeda yang “netral”, Sepeda onthel tidak membatasi gaya berpakaian anda dan pasti selalu cocok.
Kebersamaan dan Persahabatan
Dan tidak seperti komunitas sepeda lainnya, dalam komunitas sepeda onthel, mereka adalah orang-orang yang bersahabat dan saling bertegur sapa.
Baik itu jika bertemu dijalan, berpapasan bahkan menyalip pun kadang mereka mengajak bersepeda bersama, dimanapun mereka berada dan selalu membantu dan menolong.
Mereka lebih mengutamakan kekeluargaan dan pertemanan diantara para pemilik dan pencinta sepeda tua. Penuh kekeluargaan dan selalu bersama, togetherness.
Sebagai Aset
Tidak semua pencinta sepeda onthel selalu menggunakan sepeda terbaiknya. Karena takut rusak, paling tidak hanya digunakan dalam saat-saat tertentu. Atau bahkan tidak digunakan sama sekali, alias hanya ditutupi kain bahkan digantung dirumah menunggu event-event pameran sepeda tua selanjutnya.
Bahkan banyak pula para pemilik sepeda onthel yang jarang sekali memakai sepeda, dalam aktifitas mereka sehari-hari tetap menggunakan mobil atau motor.
Menurut mereka, menyimpan onthel adalah seperti menyimpan aset, mirip properti ataupun emas. Karena harga jual dikemudian hari pasti lebih mahal lagi. Semakin waktu berjalan maka akan semakin mahal.
Juga, adanya rasa puas tak ternilai. Selain itu bentuknya yang jadul telah benar-benar terbukti tidak akan pernah tergerus oleh zaman dan yang pasti suatu kebanggaan untuk dapat memilikinya. ^_^
Oh iya, inget lagi nih… hanya mengingatkan: jangan nyerempet sepeda onthel ya, karena kalau ada asesoris orisinilnya yang rusak jadi repot gak mau diganti duit, karena susah mencari spare-part penggantinya. Jadi resikonya cuma satu: cari asesoris orisinil penggantinya yang sama.


*
SEPEDA DI INDONESIA
Berdasarkan pantauan tim Sepeda Tua Belanda saat mereka di Indonesia dan road show ke beberapa kota dalam acara “memperingati 116 tahun sepeda di Indonesia, mereka mencatat juga “kira-kira” sebanyak apakah eksistensi merk sepeda-sepeda tua di Jawa.
Inilah merk yang sempat terlihat menurut mereka. Jadi BUKAN PATOKAN. Namun bukan hasil mutlak, karena hasil ini hanyalah sepeda yang mereka lihat dan mereka ingat selama perjalanan. Masih banyak merk lainnya yang tak terpantau.
Sepeda Belanda yang terlihat tim de Oude Fiets selama di Indonesia:
Merk berdasarkan kuantitas onthel di Jawa, Hanya yang terlihat oleh tim “de Oude Fiets” selama perjalanan.
• Jumlah terbanyak (merk teratas dalam jumlah)
- Burgers
- Gazelle
- Fongers
- Hartog, Teha
- Simplex
• Jumlah Umum (rata-rata)
- Cyrus, Valuas
- Magneet
• Jumlah sedikit (beberapa, di berbagai tempat)
- Arofort
- Batavus
- Croesco
- Durabo
- Elegant
- Germaan
- Juncker
- Kaptein
- Kestein
- Locomotief
- The Speed
• Jumlah langka (hanya satu / dua)
- Avada
- Banier
- Empo
- Gruno
- Hima
- Hoenson
- Phoenix (Leeuwarden)
- Rooks (Eland, Viking)
- Schwager
- Stokvis
- Union (Dedemsvaart)
*
Sepeda Inggris yang terlihat tim de Oude Fiets selama di Indonesia:
N.B. For most clubs, the Japanese brands are collectibles, whereas the Chinese are never considered club-worthy.
+ Jumlah langka (hanya satu / dua)
++ Jumlah sedikit (beberapa, di berbagai tempat)
+++ Jumlah Umum (rata-rata)
++++ Jumlah terbanyak (merk teratas dalam jumlah)
• United Kingdom
- BSA ++
- Dayton +
- Dunlop +
- Dunelt +
- Hercules (Birmingham) +++
- Humber ++
- Raleigh +++
- Sparta (UK) ++
- Sunbeam +

Penyebaran sepeda produksi Inggris ke beberapa negara koloninya. Indonesia termasuk bekas koloninya namun hanya sebentar. Itu sebabnya wilayah Indonesia tidak berwarna coklat.
*
Sepeda negara lainnya yang terlihat tim de Oude Fiets selama di Indonesia:
• Jerman:
- Diamant (Reichenbach)+
- Dürkopp +
- Falter (Bielefeld) ++
- Göricke ++
- NSU+
- Opel +
- Ophelia +
- WKC Solingen ++
• Negara Lainnya:
- CCM (Canada) ++
- Hercules (India) ++
- Hirondelle retro-direct (Fr.) +
- Flying Pigeon (Tianjin) +
- Mister (Japan)+++
- National (Japan)++
- Phoenix (Shanghai) ++++
- Union (USA) +
- Pathfinder (Chicago) +
- Wu Yang (GuangDong) ++
Author by : Otto Beaujon • Forwarder by : Wong Cilik
*****
Tua itu klasik, klasik itu langka, memiliki kelangkaan adalah kepuasan.
Beberapa selebritis Hollywood dengan mobil tua
!!! WASPADA .!!!
Awas penipuan, seorang ontelis tertipu oleh transaksi penjualan dari situs:
jualontheltua.wordpress.com
Dengan nomer telepon: 082132988430 (sang penipu)
Atas nama Bpk. Tukin (bukan orang yang sebenarnya karena orang yang asli hanyalah pedagang angkringan alias dimanfaatkan identitasnya)
Rekening menggunakan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Alamat: Jl Kyai Mojo no 72, Pelem, Ngawi (alamat fiktif)
!!! WASPADA .!!!
![]()
*****
(((SpedaOntel.wordpress.com)))



























Klo merk Phillips, msk ktgori mana?
harga lampu sepeda onthel berpa bro….?
Tua, klasik, langka, BACK TO BAHEULA (B2B) memiliki kepuasan tersendiri
mungkin bp tukin terinspirasi oleh ayu tingting hingga pakai alamat palsu. ah…! gitu teganya.
ass.kum.. kalau saya punya merk RAY made in england pak …apakah langka atau banyak dimiliki para onthelis.?????
mohon bantuan infonya gan’
onthel the tiger cycles buatan mana & thn pmbuatan kira2 kpn y? ada yg tau? thanks before
klo yang merk AVON tuh buatan negara mana??? tahun barapa??
Hudson kok nggak masuk ya???
saya mau beli sepeda ontel merek phoenix bukan sepeda ontel yang jadul
Selamat ber ontel beach festival
Onthel the Humber seri 5, England d buat tahun berapa…?
Bener dunia pertipuan selau ada dimana-mana.termasuk saya kena tipu.
klo hercues dengan no. rangka ON 854 itu di produksi yahun berapa yaa..?? mohon informasinya
apakah tim de Oude Fiets mengetahui, bahwa Indonesia pun memiliki sepeda ontel nasional ? seperti merk Garuda, Banteng, Turangga…
Di lelang, onthel 50 buah , sparepart ori, jepang punya, kontak ke : 0812 819 093 14, tangerang
salam onthelis saya punya spd merk STARINA england apa ada merk itu, thn brp kira.dan klau PHILIPS no seri J001009 tahun brp apa termsk langka, tks sms 081553199835
hidup onthel,,,,,,,
ngikut masukin komunitas kang dari pekalongan.
“KPU” Komunitas Pecinta Unto