Inikah Sepeda Tertua di Indonesia?

Sebuah sepeda buatan Amerika Serikat merek Union seri Simply Bike tahun 1899 dipamerkan dalam pameran “De Oude Fiets: 116 Tahun Sepeda Mewarnai Indonesia” pada bulan Juli 2011 (baca artikelnya dan lihat gambarnya disini).

Dari bentuknya, sekilas sepeda yang masih menggunakan velk kayu ini mirip dengan sepeda balap yang pada dulunya onthel jenis ini sering disebut “patch racer“, baik dari stang yang berbentuk melengkung ke bawah maupun ukuran ban yang kecil lengkap dengan kerangkanya. Mungkin ini merupakan cikal-bakal sepeda balap.

Selain bentuk rangka yang mirip sepeda balap, sepeda ini juga dilengkapi dengan dua buah lampu kuno yang menggunakan karbit untuk bahan bakarnya.

Mungkin ini onthel paling tua yang ada di Indonesia, jenis Simply Bike made in Amerika keluaran tahun 1899, velg sepeda ini masih menggunakan kayu.

Juga ada dua buah bel sepeda di kedua stangnya. Namun, beberapa aksesori di sepeda ini adalah tambahan, tetapi juga berusia tua.

Rencananya pada hari terakhir pameran, rencananya akan ada seminar mengenai sepeda tua dan Malam Kenduri Onthel. Juga akan ada peluncuran buku, Klithikan dan Bursa Barang Djadoel.

Diharapkan, melalui pameran ini semakin banyak orang yang kembali bersepeda dan setidaknya membantu mengurai kemacetan Jakarta dengan bersepeda.

Sepeda ‘Three Cycles’ tua di Musium Nasional Jakarta

Menyinggung tentang sepeda tertua di Indonesia, penulis pernah mempunyai pengalaman tersendiri. Suatu waktu dibulan Juni 2011, saya mengunjungi Musium Nasional yang dulu lebih dikenal sebagai Musium Gajah karena ada patung gajah didepan halamannya. Letaknya di jalan Merdeka Barat, Jakarta.

Musium ini sekarang terlihat lebih terawat dan ditambah gedung bertingkat baru disebelah kirinya (jika dilihat dari jalan Merdeka Barat ada di sebelah kanan) dan antara kedua gedungnya dihubungi oleh sebuah koridor kaca.

Nah, di gedung baru ini ternyata jauh lebih modern karena berpendingin udara dan memiliki keamanan yang lebih ketat dengan alarm dan kamera pemantau. Mungkin karena barang-barang di musium tersebut bernilai tinggi karena dari patung zaman megalitikum hingga perhiasan yang terbuat dari emas ada di gedung baru tersebut.

Gedung baru tersebut berlantai 8, namun pengunjung hanya dapat melihat dari lantai dasar hingga lantai 4. Bisa jadi lantai lainnya khusus untuk ruang kantor musium atau gudang dari peninggalan lainnya yang tidak dapat diperlihatkan.

Saat saya menuju ke lantai 2, mata saya tertuju dengan mulut melongo pada sebuah sepeda tua beroda 3 yang dulu lebih sering disebut three cycles. Sepeda yang mirip seperti pada gambar di halaman “1800′s Gallery” pada website ini.

Sepeda tertua di Indonesia beroda tiga (three cycles) yang ada di Musium Nasional, Merdeka Barat, Jakarta. Bisa jadi mungkin inilah sepeda tertua yang ada di Indonesia.

Saya tidak mengira bahwa sepeda jenis ini sempat masuk ke Indonesia, entah karena memang dulu pernah dijual di Indonesia atau bawaan dari seorang ‘bule‘ ke Indonesia pada masa lalu. Tapi nyatanya kini ada didepan mata dan kepala saya saat itu.

Sepeda ini terlihat masih orisinil, roda satu di depan dan dua roda lainnya dikanan-kiri belakang. As hub belakang ada diantara kedua roda belakang. Rantainya berbentuk jauh lebih lebar, bannya tidak memakai udara (roda mati) dan sudah rusak termakan waktu. Handpad pegangan untuk tangan sudah tidak ada, pedalnya pun sudah raib alias hilang.

Tidak ada keterangan untuk sepeda ini, hanya ada keterangan sepeda ini dari awal abad ke-19, itu saja. Mungkinkah ini sepeda tertua di Indonesia?

Saya pun tak tau pasti, namun dihati saya mengiyakan bahwa bisa jadi inilah sepeda paling tua di Indonesia yang berhasil ditemukan dan dirawat di musium ini.

Saya pun tertegun, kira-kira dapat dari wilayah Indonesia bagian mana asalnya sepeda three cycles ini?

Begitu tuanya hingga terlihat lapisan kulit sadel sudah pecah-pecah dan terkelupas serta seluruh rangkanya sudah sama sekali tidak ada lapisan cat, hanya besi baja.

Karet ban pada ketiga rodanya juga sudah getas, bahkan pada karet ban depan sudah mengelupas. Dan pada rangkanya hanya  terlihat bekas karat dimana-mana.

Tidak ada bahan plastik dan bahan modern lain, hanya berbahan besi, kulit, karet dan kayu, itu saja. Saya hanya bisa bergeleng kepala. ck.. ck.. ck…

Jenis sepeda yang sama:

*****

(((SpedaOntel.wordpress.com)))

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Kisah Sepeda Tua. Tandai permalink.

3 Balasan ke Inikah Sepeda Tertua di Indonesia?

  1. sugikfirmansyah berkata:

    mantap bener bikin ngiler maju terus onthel indonesia

  2. galih TIKTOK berkata:

    MANTAP….jadi pengen naik hahhaha

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s