Pengendara Sepeda Bisa Hidup 5 Tahun Lebih Lama Jika Berani Ngebut

Copenhagen, Besarnya manfaat bersepeda tidak hanya ditentukan oleh lamanya mengayuh pedal, tetapi juga oleh intensitasnya.

Makin kencang kayuhannya, peluang untuk hidup 5 tahun lebih lama jadi lebih besar, dengan catatan tidak mengalami kecelakaan.

Sejumlah penelitian terdahulu membuktikan, hobi bersepeda bisa mengurangi berbagai risiko penyakit kronis termasuk hipertensi atau tekanan darah tinggi maupun diabetes atau kencing manis. Berkurangnya risiko penyakit kronis juga berarti harapan hidupnya tambah panjang.

Seperti halnya jenis-jenis olahraga kebugaran yang lain, selama ini para ahli mengira bahwa manfaat bersepeda lebih ditentukan oleh durasinya. Makin lama mengayuh sepeda, makin bugar kondisi fisik seseorang dan panjang peningkatan pula harapan hidupnya.

Namun penelitian terbaru yang dilakukan Dr Peter Schnohr dari Bispebjerg University Hospital menunjukkan, khusus pada olahraga bersepeda durasi tidak terlalu berpengaruh. Besarnya manfaat justru ditentukan oleh intensitas, dalam arti seberapa kuat pegowes mengayuh sepedanya.

Makin kuat kayuhannya, laju sepeda makin kencang dan manfaat yang diperoleh bisa lebih besar. Berdasarkan pengamatan terhadap 5.000 orang di Copenhagen, pegowes yang sering ngebut atau bersepeda dengan kecepatan tinggi bisa hidup rata-rata 5 tahun lebih lama.

Manfaat bersepeda dengan kecepatan tinggi lebih terasa pada laki-laki, yakni bisa meningkatkan harapan hidup hingga 5,3 tahun. Pada perempuan, peningkatan harapan hidupnya lebih kecil yakni 3,9 tahun.

Meski begitu, bersepeda dengan kecepatan normal juga tetap bisa memberikan manfaat khususnya dalam memperpanjang usia harapan hidup.

Pada laki-laki, bersepeda dengan kecepatan normal bisa memperpanjang usia hingga 2,9 tahun sedangkan pada perempuan sekitar 2,2 tahun.

Bahkan dengan kecepatan paling rendah, bersepeda secara teratur sudah bisa memberikan manfaat. Risiko kematian dini karena penyakit kronis secara umum bisa dikurangi sebesar 56 persen, sedangkan kematian akibat sakit jantung secara khusus dapat ditekan hingga 74 persen.

“Yang paling menentukan adalah intensitasnya, bukan durasinya. Dalam penelitian ini, lamanya bersepeda untuk mendapatkan hasil maksimal cukup 30-60 menit/hari,” tegas Dr Schnohr seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (31/8/2011).

*****

SpedaoOntel.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Info dan Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s