Kring-kring, Pit-pitan untuk Persahabatan RI-Belanda

KOSTI belanda-fiets

Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda, Retno Lestari Priansari Marsudi dan komunitas De Oude Fiets Belanda (detik.com).

 

Laporan dari Den Haag – Fietsen voor Vriendschap, pit-pitan (bersepeda) untuk persahabatan Indonesia-Belanda dilakukan oleh dua komunitas sepeda tua, yakni Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) dan Oude Fiets Club Nederland (OFCN).

Sebanyak 40 orang dari komunitas pecinta sepeda tua Indonesia-Belanda, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda, Retno Lestari Priansari Marsudi dan Deputy Chief of Mission Umar Hadi serta staf ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Di bawah guyuran sinar matahari musim semi yang mulai menghangat, peserta menempuh rute cantik sejauh 15km, mulai dari kompleks parlemen Binnenhof, Istana Noordeinde, Mahkamah Internasional, KBRI Den Haag, Pantai Scheveningen, dan berakhir di Wisma Duta di Wassenaar.

“Kegiatan bersepeda selain olahraga juga cerminan sikap keberpihakan pada lingkungan. Di samping itu kegiatan tersebut juga ditujukan untuk mempererat hubungan dua komunitas sepeda dan masyarakat kedua negara,” ujar sang Dubes (30/5/2012).

retno-marsudi-menlu-perempuan-pertama-indonesia

Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia

Menurut Dubes, hubungan bilateral tidak bisa taken for granted (diterima begitu saja, red), melainkan harus terus-menerus dipelihara dengan berbagai cara.

“Bersepeda untuk persahabatan ini merupakan salah satu upaya untuk memelihara hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Belanda,” demikian Dubes.

Sementara itu Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Bonifatius Agung Herindra menjelaskan bahwa kegiatan pada Kamis (24/5/2012) tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kedatangan rombongan KOSTI dan Organisasi Bike to Work ke Belanda atas undangan de Oude Fiets Club Nederland.

Selain ke Belanda, rombongan KOSTI dan Organisasi Bike to Work juga berkesempatan untuk mengikuti The International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally di Gent, Belgia (16-19/5/2012). Ini adalah rally pertama kali yang digelar oleh asosiasi dari organisasi dan individu penggila sepeda tua itu dan diikuti oleh 18 negara.

“Dengan mengikuti rally tersebut, Indonesia berkesempatan mempromosikan diri sebagai negara yang memiliki klub sepeda tua terbanyak di dunia dan hal ini telah mengundang kekaguman para peserta dari negara lain,” pungkas Boni.

Terpilih Manjadi Menteri Luar Negeri di Kabinet Kerja, Jokowi – JK

Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Retno Marsudi, mengaku tak menyangka terpilih menjadi menteri pada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Terlebih lagi, dia menjadi perempuan pertama yang menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia.

Retno bercerita dia dihubungi mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto pada Sabtu (18/10/2014) sore waktu Den Haag. “Saya dapat telepon dari pak Andi, diminta untuk bertemu dengan pak Jokowi segera dan malam itu juga saya berusaha untuk mendapatkan tiket,” kenang Retno.

Tiket pesawat pun didapatnya untuk waktu keberangkatan keesokan harnya. Lalu, pada Senin (21/10/2014) siang, Retno sudah tiba di kediamannya di Depok, Jawa Barat. Pada sore harinya, Retno mengaku kembali ditelepon Andi.

Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Retno Marsudi

Retno Marsudi

“Saya diminta malam itu juga ketemu dengan bapak presiden. Jadi saya ketemu dengan Pak Presiden, Senin tengah malam,” kata Retno. Lantaran masih menjabat sebagai duta besar, alumni jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada angkatan 1981 itu pun masih tetap mengerjakan tugas-tugas sebagai dubes sembari menjalani proses seleksi menteri.

Apa alasan Retno mau menerima tawaran sebagai menteri? “Ada perintah. Perintah untuk mengabdi. Saya selalu berusaha bekerja dengan hati apalagi Presiden Jokowi katakan kerja, kerja, kerja, untuk rakyat,” ungkap mantan Direktur Eropa dan Amerika Kementerian Luar Negeri itu.

Meski belum mengetahui secara detail tugas-tugasnya sebagai menteri, Retno pun mulai mempersiapkan diri untuk menyiapkan sejumlah agenda pertemuan internasional seperti KTT APEC di Beijing pada 10-11 November, KTT ASEAN di Myanmar 12-13 November, dan KTT G20 di Australia pada 15-16 November.”Saya kira itu yang antara lain akan disampaikan presiden pada saat sidang kabinet pertama nanti,” imbuh dia. (Eddi Santosa, detik) /Sabrina Asril, kompas).

SpedaOntel.wordpress.com

http://wp.me/pYPDw-wn

Pos ini dipublikasikan di Info dan Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s