Almarhum “Profesor Sepeda Pancal” Unair Ini Tak Pernah Punya Rumah & Mobil

Sepanjang hidupnya, almarhum Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga Surabaya Profesor Soetandyo Wignjosoebroto atau Prof Tandyo, sapaan akrabnya, dikenal sebagai dosen bersahaja.

Prof. Tandyo bersama 2 adiknya. (suarasurabaya.net)

Tanggal 19 November 1932 beliau dilahirkan di Madiun dari seorang ibu bernama R Rr Siti Nadiyah dan seorang ayah bernama Soekandar Wignjosoebroto yang berprofesi sebagai kepala di perusahaan kereta api.

Prof Tandyo meninggal dunia pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Elizabeth Semarang.

Ia telah seminggu dirawat karena menderita hipertensi dan saraf punggung terjepit. Almarhum adalah pendiri FISIP Unair.

Gaya Hidup Sederhana

Selama mengajar di FISIP Unair, Prof Tandyo juga dikenal sebagai “dosen sepeda pancal” karena aktivitasnya selalu ditemani sepeda pancal (sepeda onthel).

https://i1.wp.com/www.bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2013/12/tandyo-2-300x228.jpg

Yap Thiam Hien Award 2011 (bk3sjatim.org)

Almarhum tidak pernah punya rumah dan mobil. Sejak 1958, Prof Tandyo tinggal di rumah dinas Unair.

Gaya hidupnya sangat sederhana dan akrab dengan mahasiswa.

Dia adalah penerima Yap Thiam Hien Award 2011. Pernah juga aktif sebagai anggota Komnas HAM pada 1993 hingga 2002.

Penghargaan Yap Thiam Hien adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia kepada orang-orang yang berjasa besar dalam upaya penegakan hak asasi manusia di Indonesia.

Nama penghargaan ini diambil dari nama pengacara Indonesia keturunan Tionghoa dan pejuang hak asasi manusia Yap Thiam Hien. Penghargaan ini umumnya diberikan setiap tahun pada tanggal 10 Desember sejak tahun 1992.

Aktivitas Profesor Soetandyo Wignjosoebroto:

https://i2.wp.com/www.bk3sjatim.org/wp-content/uploads/2013/01/prof-soetandyo.jpg

Profesor Soetandyo Wignjosoebroto

1. Dosen di Unair sejak 1963. Pendiri Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga – FISIP Unair pada tahun 1977.

2. Banyak mengajar bidang Sosiologi (Sosiologi Hukum, Sosiologi Makro dll) Bergelar Profesor dan telah pensiun.

3. Tahun 1993, Pak Tandyo terpilih menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Selama dua periode membidangi Sub-Komisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM.

4. Sebagai Guru Besar pernah menjabat Ketua Pusat Studi Hukum dan Pembangunan di Universitas Airlangga, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga, Sekretaris Konsursium Ilmu Sosial Depdikbud, Anggota Komnas Ham, dan Ketua Pengurus Perkumpulan Hukum dan Masyarakat (HUMA)

5. Banyak menulis jurnal ilmiah dan artikel yang menyangkut penegakan hukum dan dampak sosiologinya, menulis buku yang utama:

  • “Dari Hukum Kolonial ke Hukum Nasional (1940-1990)”,
  • “Hukum: Paradigma, Metode dan Perkembangan Masalahnya”,
  • “Desentralisasi pada Babak Akhir Kekuasaan Kolonial di Indonesia (1890-1940)” dan
  • “Hukum dalam Masyarakat: Perkembangan dan Masalah”.

Presiden Yudhoyono: Indonesia Kehilangan Sosok yang Berpihak pada yang Lemah

Jenazah Prof Tandyo, begitu dia biasa disapa, diberangkatkan dari Aula FISIP Unair pada pukul 05.45 WIB menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih Surabaya.

Upacara penghormatan terakhir tersebut itu dihadiri oleh beberapa tokoh pendidikan dan pengamat politik nasional, termasuk pengajar Unair yang menjadi Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa.

Prof Tandyo juga kerap mengadvokasi pedagang kaki lima (PKL), termasuk yang mangkal di sekitar rumahnya di lingkungan perumahan dosen Unair.

https://i1.wp.com/web.unair.ac.id/admin/file/f_21930_prof_tandyo.jpg

Upacara penghormatan terakhir oleh akademisi dan Rektor Unair kepada Profesor Soetandyo Wignjosoebroto (unair.ac.id)

Almarhum lebih melihat hukum dalam konteks responsive law yang berpihak pada keadilan.

“Kalau diuji dengan undang-undang, ya masyarakat kecil jelas kalah karena mereka enggak mungkin bisa masuk peradilan. Jadi social justice (pembelaan di luar peradilan) itu penting buat mereka daripada legal justice (pembelaan di peradilan),” ucap Tandyo semasa membela para rakyat kecil.

Kepada wartawan, Daniel menyampaikan pesan Presiden Yudhoyono kalau bangsa ini telah kehilangan seorang guru besar yang dikenal hidup sederhana dan selalu berpihak kepada yang lemah.

Jenazah Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga Surabaya Profesor Soetandyo Wignjosoebroto dimakamkan Selasa, 03 September 2013.

Jenazah diberangkatkan dari Aula FISIP Unair setelah digelar upacara penghormatan terakhir oleh akademisi dan Rektor Unair.

Setelah upacara penghormatan terakhir, jenazah dimakamkan di TPU Keputih. Pemakaman tersebut diwarnai isak tangis keluarga profesor yang memiliki gagasan besar untuk bangsa Indonesia. (metrotvnews.com / bk3sjatim.org)

– SpedaOntel.wordpress.com –

Pos ini dipublikasikan di Kisah Onthelist. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Almarhum “Profesor Sepeda Pancal” Unair Ini Tak Pernah Punya Rumah & Mobil

  1. Tjuk Kasturi Sukiadi Hadiwinoto berkata:

    Saya mengenal Prof Soetandyo Wignyosoebroto sudah lumayan lama. Karena kebetulan Bu Tndyo adalah salah seorang pelopor pengembangan Perpustakaan UNAIR yang juga mahasiswa Fakultas Hukum UNAIR .Kebetulan pula Istri saya Indijati juga mahasiswa di Fakultas yang sama.akan tetapi bekerja dilingkungan PNP Gula (sekarang PTP). Suami istri yang selalu jalan bersama runtang runtung dan kedua sosok ini untu ukuran Indonesia termasuk tinggi. Diatas 170 cm. Mereka pasangan yang ideal dan idealis. Selanjutnya saya dan Mas Tandyo menjadi sahabat dalam ranah intelektual. Terakhir sebelum beliau jatuh sakit dan berpulang saya bertemu di Pontianak dalam tugas sebagai dosen yang diperbantukan mengajar di Program Pasca Sarjana (S3). Saya tentu saja datang sebagai Dosen FEB Universitas Airlangga; namun Mas Tandyo mengajar di Universitas TanjungPura dalam kapasitas sebagai ” Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro!” yang punya kerjasama dengan Program S3 Ilmu Hukum dgn Universitas di Kalimantan Barat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s