Wow! Bapak Ini Pergi Haji dari Jambi Naik Sepeda Ontel

sepeda onthel naik haji

Demi menunaikan rukun islam yang ke-5, Marwan Lumpo Abubakar (66) rela terus mengayuh sepedanya hingga ke tanah suci umat Islam, Mekah. Hal itu dilakukannnya dengan niat yang ikhlas dan tekad yang bulat.

Marwan berangkat naik sepeda onthel menunaikan ibadah haji seorang diri. Persiapan berangkat ketanah suci telah dipersiapkan sejak dua tahun lalu.

Tekad Bulat

Marwan mengaku sebenarnya keinginan pergi haji dengan menggunakan sepeda onthel yang sebagian orang menganggapnya aneh, sudah timbul sejak 1985 silam. Namun karena kesibukannya sebagai bapak tiga orang anak ini, niat mulia tersebut baru terlaksana saat ini.

Tak banyak peralatan yang ia bawa. Pria 66 tahun ini hanya membawa peralatan sederhana yang sekiranya akan sangat membantu, seperti ban serep, peralatan untuk memperbaiki dan menambal ban sepeda, kartu identitas, paspor, ATM, serta uang Rp 1 juta.

“Usia saya sekarang sudah menginjak kepala enam. Kalau saya pergi haji (dengan pesawat seperti biasa), maka saya kemungkinan bisa berangkat sekitar 2028. Dengan umur saya yang sekarang rasanya saya tidak bisa berangkat. Biarlah saya mengalah, asalkan niat saya tercapai,” tutur Marwan sambil menyeka peluh.

Ia juga telah siap jika suatu saat di jalan terjadi apa-apa dengan dirinya. Ia bahkan juga sudah berpesan kepada keluarga, jika terjadi sesuatu, bahkan sampai meninggal.

“Saya tetap pergi meskipun ajal menjemput. Saya berharap kepada anak saya, seandainya saya tiada agar mereka tetap sabar dan tawakal,” tambahnya lagi.

Dari Uang Menabung Pribadi

Sementara itu, pihak keluarga mengaku tak bisa menghentikan niat pria kelahiran 1 Maret 1947 di Sumatera Barat itu. Novrianto putra bungsunya mengatakan, kalau hanya untuk menunaikan ibadah haji, sebenarnya kita (anak-anaknya) sanggup memberangkatkan.

“Tapi itulah Bapak, ia orangnya nggak bisa dilarang. Kami juga nggak maksa menyarankan agar ia jangan pergi,” ungkap Novrianto, putra bungsu Marwan.

Menurut Darwita istrinya, sudah lama suaminya memimpikan berpetualang ke tanah suci. Hal ini dibuktikan suaminya dengan rutin menabung.

“Dikumpulkannya uang receh-receh. Seratus dua ratus rutin ia lakukan. Ada sekitar satu baskom besar hasil tabungannya. Uang dari hasil warung kecil-kecilannya. Menggarap kebun orang, ditanaminya jagung, terus dijualnya. Saya juga tidak menyangka sebelumnya. Cuma cucu saya yang tahu kalau ia mengumpulkan uang receh-receh itu,” katanya

Darwita juga mengaku tidak menyangka hasil tabungan suaminya mencapai tujuh juta. Itupun diketahui saat ditukarkan ke bank.

“Anak-anak semua sudah menyarankan, janganlah pergi. Tidak ada yang bisa mencegahnya. Ya, mungkin itu bakat keturunan dari ayahnya. Dulu ayahnya pernah dari Padang ke Jambi jalan kaki,” kata Darwita.

Marwan adalah satu di antara petualang di negeri ini yang melakoni petualangan jarak jauhnya dengan menggunakan sepeda ontel. Dikatakan Darwita (51), suaminya di Padang ketika masih sekolah, melakoni perjalanannya menggunakan sepeda.

“Ketika pulang kampung untuk mengambil lauk dan bekal. Perjalanan dari Muaro Labu ke Padang Kota, kalau sekarang hampir tiga jam pakai mobil. Hal itu ia lakoni dengan menggunakan sepeda. Ya, pada dasarnya kami sekeluarga merasakan sedih dengan kepergiannya, hanya berharap semoga suami saya selamat sampai tujuan dan tercapai cita-citanya,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Darwita, suaminya orang aktif. “Selain menjadi ketua kompangan di RT sini, setiap malam muda-mudi dikumpulkan di rumah. Mereka dilatih kompangan dan rebana, karena sering dapat carteran,” katanya.

Diperbatasan Malaysia dan Thailand

Marwan Abu Bakar pria asal Jambi yang berangkat menunaikan ibadah haji ke mekah menggunakan sepeda ontelnya, bagaimana kabarnya kini?.

Saat dikonfirmasi Tribunjambi.com melalui handphonenya pada 14 Maret 2013, ia mengatakan dalam kondisi sehat-sehat saja dan aman di perjalanan.

“Saya sekarang berada di Padang Manggis perbatasan Malasyia dan Thailand. Akan melanjutkan perjalanan ke Bangkok. Cuma agak letih,” ujarnya, Kamis (14/3/2013). Semoga selamat dan bisa jadi Haji mabrur. (Tribunnews/Kompas)

– SpedaOntel.wordpress.com –

Pos ini dipublikasikan di Kisah Bersepeda. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s