Ketika Soekarno Gowes Onthel Dengan Ibu Negara

https://spedaontel.files.wordpress.com/2011/06/presiden-sukarno-onthel.jpgEntah bulan apa dan dikota mana, senja begitu indah dengan warna semburat merah yang membuat wajah setiap orang pasti nanar takjub.

Setiap orang yang melihat wajah masing-masing, rona merah ada di sana. Saat itu pula, rombongan Presiden Republik Indonesia, Soekarno tengah mengelilingi sebuah kawasan yang penuh dengan persawahan.

Sayang memang, tak ada kejelasan tentang waktu dan lokasi. Namun, suasana sangat santai karena sang proklamator mengenakan busana topi bulat ala sinyo Belanda, jas biasa dan celana kain bermotif polos panjang.

Sedangkan ibu negara, Fatmawati lebih santai, karena hanya memakai stelan kebaya, dengan atasan kemben dan pakaian bermotif bunga yang segar.

Sayang, perjalanan waktu itu sedikit terganggu, karena mobil dinas yang khusus mengangkut Soekarno, mogok dan tak memungkinkan lagi untuk meneruskan perjalanan.

Tak pusing dengan keadaan sekitar, Pak Karno, langsung meminta sepeda jenis Sunbeam. Tanpa sungkan, ia langsung nangkring, menyiapkan kaki kanan di atas pedal sebelah kanan dan sejurus kemudian sepeda eksotik tersebut sudah meluncur.

Ibu negara yang sedikit tertinggal, tak kuasa menahan tawa. Ia pun menyusul sang suami dan membonceng. Saking senangnya dengan suasana bersepeda, padahal Fatmawati sang ibu negara, saat itu tengah hamil.

Pasangan itupun terlihat tertawa riang dan selalu berbinar, seiring dengan peluh yang mulai mengalir dari leher dan kening Soekarno saat menggenjot sepeda Sunbeam.

Alangkah indahnya membayangkan suasana masa lalu yang jauh dari polusi. Jika masih ada, Soekarno-Fatmawati pasti tak ragu untuk menelusuri jalan Jenderal Soedirman sampai Istana Presiden, atau lajur Malioboro, dengan sepeda. Gowesss.

Kini, sepeda Sunbeam yang dinaiki Soekarno berada di Bengkulu. Sang sepeda menjadi sejarah yang tak terpisahkan begitu saja dengan perputaran tokoh-tokoh besar di negeri ini. Pergolakan sejarah zaman dulu selalu dihiasi dengan sepeda, tentu dengan ragam berbeda, baik dari sisi asal, merk dan penggunaan.

Dalam catatan sejarah, alat transportasi tersebut di Indonesia, sepeda teridentifikasi secara formal pertama kali pada tahun 1895, saat tiga orang di Medan melakukan foto bersama dengan barang mewah saat itu.

-SpedaOntel.wordpress.com-

Pos ini dipublikasikan di Kisah Bersepeda, Kisah Onthelist. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s