Onthel di Kota Tua Jakarta Makin Diminati

Sepeda tandem disewakan di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (12/10/2011). Penyewaan sepeda tua di kawasan ini kian menjamur. Pedagang mengaku, saking banyaknya jasa penyewaan sepeda pendapatan mereka mulai menurun. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

Sepeda tandem disewakan di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Rabu (12/10/2011). Penyewaan sepeda tua di kawasan ini kian menjamur. Pedagang mengaku, saking banyaknya jasa penyewaan sepeda pendapatan mereka mulai menurun. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

Saat berada di kawasa Kota Tua Jakarta, jajaran sepeda onthel menjadi hal menarik yang menghiasi pinggiran Taman Fatahillah. Sepeda-sepeda tersebut memang sengaja disewakan untuk pegunjung yang ingin merasakan klasiknya kota tua dengan menggunakan sepeda onthel.

Ceve, salah satu penyewa sepeda onthel di Kawasan Kota Tua mengatakan bahwa, beberapa bulan belakangan penyewaan sepeda lebih ramai.

“Dari semenjak beberapa bulan ini. Karena dulu kan sepeda bebas, siapa saja bisa masuk, sepeda tandem, sepeda mini juga. Sekarang sepeda diatesin. Ada nomernya khusus sepeda di sini. Kalau nggak ada nomernya kita gotong, nggak boleh di sini,” papar Ceve saat ditemui di Kawasan Taman Fatahillah, Jakarta, Jumat (13/4/2013).

Menurutnya, setiap harinya, pasti ada saja pengunjung yang menyewa sepedanya. “Setiap hari ya satu atau dua. Tapi kalau Sabtu-Minggu, tanggal merah, libur nasional, itu bisa lebih ramai lagi,” ujarnya.

Sepeda onthel yang ia dapatkan berasal dari luar Jakarta. Menurutnya, sulit untuk menemukan sepeda onthel di toko atau pasar di Jakarta. Kalaupun ada, harganya sangat tinggi.

“Itu saya titip kalau orang pulang kampung, titip pulangnya ke sini bawain sepeda. Mulanya pas dapat nggak kayak gitu, nggak langsung layak pakai. Masih 50 persen dari kampung, treus kita ganti pelek, ban, rantai, di cat juga, baru jadi kayak gini,” tambahnya

Warna-warna cerah pada sepeda yang diberikan oleh Ceve, paparnya, mengikuti warna keinginan pengunjung.

“Orang makai sepeda maunya sama-samain pakaiannya. Misalnya pakai baju pink, maunya pakai warna pink.”

Untuk penyewaan sepedanya, Ceve menawarkan harga Rp 20.000 per 30 menit dan Rp 30.000 untuk satu jam. Selain itu, ia pun manawarkan paket wisata untuk pengunjung yang ingin berkeliling di wilayah Kota Tua.

“Kita tawarkan ke lima tempat biasanya, ke Toko Merah, Jembatan Kota Intan, Museum Bahari, Menara Syahbandar, sama Pelabuhan Sunda Kelapa,” katanya. (Kompas.com / Editor : kadek).

SpedaOntel.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Info dan Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s