Bandung Cycling Chic, Komunitas Sepeda Cewek-Cewek Geulis

Bandung Cycling Chic 01

Pernah liat cewek-cewek modis keliling Bandung pakai sepeda? Bisa jadi itu Bandung Cycling Chic! Komunitas yang anggotanya cewek ini wajib berpakaian gaya modis dan cantik dan boleh menggunakan sepeda merk apapun.

Terbentuk pada tahun 2009, kegiatan rutinnya berkumpul di taman-taman kota di Bandung. Selain itu juga ada Sunday Smile, yaitu kegiatan piknik bersepeda setiap hari Minggu.

“Biasanya kami bersepeda sambil piknik. Kegiatan kami juga hanya seputar bersepeda saja, soalnya kan memang gerakan ini dibuat supaya orang bisa melihat bahwa bersepeda itu fun, jadi kita bikin se-fun mungkin,” Gadis Prameswari Azahra, pendiri gerakan Bandung Cycle Chic menjelaskan kegiatannya.

Tanggapan orang mengenai Bandung Cycle Chic pun sangat positif. Gad, panggilan akrab Gadis mengaku mendapat banyak email dari para wanita yang ingin bersepeda tapi masih ragu.

“Tapi karena melihat blog kami, mereka jadi lebih yakin karena mengetahui ternyata tidak sedikit juga perempuan yang mengendarai sepeda,” ujar gadis berambut pendek ini semangat.

Bandungcyclechic.blogspot.com

Bandungcyclechic.blogspot.com

Hingga saat ini anggota Bandung Cycle Chic yang biasa bersepeda bersama mencapai 30 orang dengan 5 orang tim inti. Awalnya para perempuan pencinta sepeda ini sering berkumpul di Balai Kota Bandung.

Namun dengan adanya Car Free Day yang digelar setiap hari Minggu di Bandung, para pengendara sepeda cantik ini dapat dilihat di kawasan Dago.

“Kalau saya membandingkan scene sepeda di Bandung dengan scene sepeda di kota lain, scene sepeda Bandung itu yang paling friendly. Lihat saja kalau anak sepeda datang ke Car Free Day atau di acara-acara sepeda, dari komunitas atau jenis sepeda apapun mereka semua pasti saling sapa,” kata Gad menggambarkan pendapatnya tentang menjadi seorang pengendara sepeda di Bandung.

Bergaya rambut pendek dan sepedanya, Gad memang sering disangka tomboi. Tapi gadis penggerak Cycle Chic di Bandung ini malah sering bersepeda dengan mengenakan rok. Selain itu, sama seperti perempuan pada umumnya, nongkrong di caf, bergosip dan foto-foto menjadi menu utama saat para Cycle Chic berkumpul.

“Ya bayangkan saja, kumpulan cewek bersepeda. Kita biasanya kebanyakan foto-fotonya daripada bersepedanya,” tutur Gad ceria.

Kegiatan “Sunday Smile”

Piknik merupakan sebuah kegiatan santai yang menyenangkan. Di Bandung, kegiatan piknik dibuat lebih menyenangkan oleh Bandung Cycle Chic di kawasan hutan kota Babakan Siliwangi pada Minggu pagi (19/2/2012).  Tidak hanya bersepeda dan makan tapi ada penampilan dari sejumlah band dan seniman.

Pendiri Bandung Cycle Chic, Gadis Prameswari Azahra mengatakan, acara Sunday Smile ini awal konsepnya hanya piknik dan masak-masak, kemudian didukung berbagai pihak sehingga lebih ramai dan uniknya karena diadakan di Babakan Siliwangi.

“Bandung Cycle Chic bekerja sama dengan Hayu Ulin di Baksil (HUB) yang ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk bermain di Babakan Siliwangi, dari Keukun mereka mau klaim public space dengan makanan, anak-anak band juga bergabung. Jadilah acara piknik Sunday Smile ini,” kata perempuan yang masih berstatus siswa di SMA 19 Bandung ini kepada bisnis-jabar, hari ini.

Sunday-Smile-di-Baksil

Bandung Cycle Chic saat Sunday Smile dikawasan hutan kota Babakan Siliwangi (bandung.bisnis.com, Agne Yasa , fsi)

Lebih lanjut, Gadis mengaku Bandung Cycle Chic  rutin melakukan piknik setelah bersepeda. Namun, bergabungnya komunitas anak band baru kali ini dilakukan. Beberapa musisi yang terlibat yaitu Angsa Serigala, Strangers, Spring Summer, dan Tito-Tessa serta ada juga penampilan dari Sanggar Olah Seni.

Bandung Cycle Chic sendiri merupakan bentuk gerakan mengajak cewek-cewek bersepeda.  “Saat cewek-cewek bersepeda kan tetap terlihat cantik. Dan kenapa piknik? Karena habis bersepeda kita suka makan-makan, foto-foto di berbagai tempat,“ tuturnya.

Menurutnya acara Sunday Smile bagus untuk diadakan secara rutin dan sekaligus bertujuan mengajak orang sebanyak mungkin lebih mengenal Babakan Siliwangi dengan cara yang berbeda.

Selain band,  Sunday Smile itu juga diramaikan penampilan khusus dari seniman Australia, Amar, yang memainkan alat musik tradisional suku Aborigin. Menurut Amar Bandung adalah tempat yang menyenangkan dan Babakan Siliwangi tempat yang bagus. “Tempat ini mengagumkan, saya suka pepohonan,” ungkapnya.

Bandung Cycle Chic Sebarkan ‘Virus’ Gowes

Semuanya berawal dari kegemaran Gadis Prameswari Azahra bersepeda. Siswi kelas 1 SMAN 19 Bandung ini sudah menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utamanya sejak ia duduk dibangku kelas 2 SMP.

“Awalnya saya emang suka naik sepeda ke mana-mana, alat transportasi saya emang sepeda,” jelas Gadis yang akrab disapa dengan panggilan Gad ini pada INILAH.COM. Menurut Gad, tanggapan orang tentang perempuan yang bersepeda seolah-olah memberikan kesan tomboi atau ‘cowok banget’.

“Dan itu juga jadi alasan kebanyakan perempuan untuk tidak mau pakai sepeda. Takut kulitnya jadi hitam, berkeringat dan jelek. Kesannya ‘cowok banget’,” tutur Gad.

 Gad pun memulai sesuatu yang baru. Bersama teman-temannya, ia rajin bersepeda setiap hari minggu dengan mengenakan pakaian layaknya seorang wanita. Hal itu dilakukan Gad dan teman-temannya untuk memperlihatkan pada orang-orang bahwa meski bersepeda, perempuan juga masih bisa bergaya dan stylish.

Hingga tahun 2009 lalu, gadis berusia 15 tahun ini kemudian menemukan blog Copenhagen Cycle Chic. Ternyata, di bagian dunia lain juga memiliki permasalahan yang serupa dengan yang terjadi di sini sehingga membentuk gerakan Cycle Chic.

“Dari situ saya pun mengirim email pada Copenhagen dan London Cycle Chic untuk ikut gerakannya. Ternyata mereka wellcome banget dengan niat saya itu,” kisah Gad yang memulai gerakan sepeda cantiknya ini sejak ia masih duduk di bangku kelas 3 SMP.

Shita, Gadis & Ira, Bandung Cycle Chic (fotografius.wordpress.com, ©2012 Galih Sedayu)

Sejak saat itu, gerakan Bandung Cycle Chic pun berjalan. Gad juga menjelaskan bahwa Bandung Cyle Chic sebenarnya adalah sebuah gerakan bukan komunitas. Bagi mereka yang ingin turut serta di dalamnya tidak perlu melakukan pendaftaran.

“Pokoknya semua perempuan (ataupun laki-laki) yang ingin tetap bergaya dengan mengendarai sepedanya kita sebut cycle chic,” pungkas Gad dengan ceria.

Awalnya, Bandung Cycle Chic hanya berlima dan bukan sebagai komunitas. “Kami tidak menutup perempuan lainnya untuk melakukan hal yang sama.”

Tertarik ikut bergabung untuk jadi modis bersepeda? Datang saja di CFD Dago setiap hari Minggu, syaratnya: cuma tampil stylish! katakan ‘hai’ jika bertemu BCC dan kamu siap berkeliling Bandung dengan cewek-cewek cantik ini. Semua mata pasti akan tertuju padamu. (sumber: infobdg.com, cipzie / bandung.bisnis.com, Agne Yasa , fsi/ fotografius.wordpress.com, galih sedayu/inilah.com)

Shita, Gadis & Ira, Bandung Cycle Chic (fotografius.wordpress.com, ©2012 Galih Sedayu)

Bandung Cycling Chic, blogspot, twitter

-= SpedaOntel.wordpress.com =-

Pos ini dipublikasikan di Info dan Berita, Kisah Onthelist. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s