Sepeda-Sepeda Ontel di Kampus Cambridge Inggris

Sepeda Ontel di salah satu gedung perkuliahan di Universitas Cambridge (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Sepeda Ontel di salah satu gedung perkuliahan di Universitas Cambridge (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Di Cambrige, Inggris, sepeda ontel adalah moda transportasi yang utama atau mainstream. Di kampus Universitas Cambridge misalnya, mayoritas mahasiswa menggunakan sepeda ontel untuk mobilitas mereka di sekitar kampus yang sangat luas.

Sebenarnya ada layanan bus murah khusus mahasiswa Cambridge yang mengelilingi kampus dan pusat kota tau city center. Tetapi sepertinya layanan bus ini kurang dinikmati.

Mungkin karena tidak gratis dan kurang fleksibel, karena bus hanya lewat setiap 10 menit sekali. Waktu 10 menit menunggu mungkin sangat berharga bagi para mahasiswa Cambridge.

Sepeda Ontel di Pusat Kota Cambridge (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Sepeda Ontel di Pusat Kota Cambridge (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Tidak hanya dalam lingkungan kampus dan mahasiswa, sepeda ontel juga sangat populer di antara masyarakat pada umumnya di Cambridge.

Di pusat kota Cambridge misalnya, anda bisa menyaksikan pengguna sepeda Ontel yang sangat banyak.

Demikian juga sepeda-sepeda ontel yang diparkir di sepanjang jalan.

Di Cambridge dan di Inggris pada umumnya, parkir untuk mobil sangat mahal, hampir £1 pound (Rp.15.000) per jam. Tetapi tidak halnya dengan parkir sepeda ontel, anda bisa parkir di tempat-tempat parkir sepeda yang disediakan dengan gratis.

Selain di pusat kota, sepeda ontel juga banyak digunakan para pemakai mass public transport seperti kereta api. Umumnya, mereka menggunakan sepeda dari rumah ke stasiun kereta api. Tetapi, banyak juga yang membawa sepedanya masuk ke dalam kereta api dan ini sangat diperbolehkan di Inggris.

Mereka biasanya menggunakan tipe sepeda lipat yang bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam tas dan dibawa masuk ke dalam kereta. Kalaupun tidak memiliki sepeda lipat, di dalam kereta api juga terdapat tempat khusus para penumpang dengan sepedanya, yang terletak di antara sambungan gerbong.

Sepeda Ontel di Salah satu stasiun kereta Api (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Sepeda Ontel di Salah satu stasiun kereta Api (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Berbagai Rupa Sepeda Ontel di Cambridge

Mungkin anda berfikir bahwa sepeda ontel di Cambridge adalah sepeda ontel modern mahal berharga puluhan juta rupiah seperti sepeda ontel kalangan berada di kota-kota besar di Indonesia. Sepeda-sepeda  ontel di Cambridge adalah sepeda ontel bersahaja yang mengingatkan saya pada sepeda-sepeda ontel di kampung saya pada era 90-an.

Kira-kira masih ada ndak ya saat ini mahasiswa/i di salah satu kampus di Indonesia yang masih mau berangkat ke kampus dengan sepeda bututnya seperti mahasiswi Cambridge?

Di kampus sebuah PTN di Surabaya yang dulu dikenal sangat merakyat saja saat ini mahasiswa/i nya sudah pada berlomba-lomba dengan mobil-mobilnya. Yang merubah parkiran sepeda ontel dan motor butut menjadi layaknya sebuah show room mobil.

Para Mahasiswi Cambridge dengan sepeda Ontelnya. (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Para Mahasiswi Cambridge dengan sepeda Ontelnya. (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Ironis memang, kesederhanaan dan kebersahajaan hidup justru ditemukan di kampus di Inggris, negara maju yang kemakmuran dan pendapatan perkapitanya berpuluh-puluh kali lipat dengan Indonesia.

Sementara, kesederhanaan dan kebersahajaan hidup justru menjadi barang yang sangat langka di kampus di Indonesia yang katanya negara dunia ketiga yang ketinggalan secara ekonomi.

Salah satu yang menjadi ciri khas sepeda ontel di Cambridge adalah sebuah keranjang berwarna coklat yang terbuat dari anyaman kayu serabut. Biasanya, keranjang ini digunakan untuk menaruh tas dan barang-barang bawaan lainya.

Wanita dan sepeda yang lengkap dengan keranjangnya. (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Wanita dan sepeda yang lengkap dengan keranjangnya. (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Pemakai sepeda ontel di kota ini juga lintas profesi, lintas umur, dan lintas gender.

Tidak hanya mahasiswa dan ibu rumah tangga, penyandang profesi lain pun ikut mengayuh sepeda.

Dan tidak hanya para remaja, namun anak-anak dan para lanjut usia juga bersepeda.

Tidak hanya laki-laki, tapi perempuan pun bersuka ria dengan sepeda-sepedanya. Bahkan tidak hanya yang bertubuh normal, yang mengalami cacat fisik pun banyak yang menggunakan sepeda.

Yang unik dari Sepeda Ontel di Cambridge

Mungkin kita berfikir sepeda ontel tidak praktis dan memiliki keterbatasan untuk ukuran keluarga. Mungkin kita berfikir mobil adalah moda transportasi paling sempurna untuk sebuah keluarga. Dimana pasangan dan anak-anak kita bisa diangkut bersama.

Tetapi, yang menarik di Inggris, sepeda ontel tak menghalangi kebersamaan keluarga. Bahkan, sepeda ontel bisa digunakan untuk membawa seorang bayi. Ya Mereka  menarik baby box dengan sepeda ontelnya. Untuk membawa anak-anak yang sudah agak besar. Sepeda ontel bisa dilengkapi dengan boncengan.

08_sepeda ontel di cambridge_21

Sepeda Ontel dan Kenyamanan Kota

Dengan masyarakatnya yang mayoritas adalah pengguna sepeda ontel, Cambridge menjadi salah satu kota di Inggris yang sangat nyaman untuk disinggahi. Udara yang bersih, tidak ada kemacetan, tidak ada polusi, dan yang pasti sangat nyaman untuk dinikmati.

Ritme kehidupan terasa berjalan dengan penuh kedamaian yang menentramkan hati dan menenangkan pikiran.

08_sepeda ontel di cambridge_24

Suasana di depan Stasiun Kereta Api kota Cambridge (Pict: Cakson@kompasiana.com)

Tidak seperti kota-kota besar yang bersisik dan penuh dengan kepenatan dan hiruk pikuk kesibukan hidup.

Cambridge, tidak salah jika kota ini adalah sumber inspirasi kesempurnaan sebuah peradaban umat manusia.

Di kota inilah, telah lahir ilmuwan-ilmuwan kenamaan yang telah banyak merubah dan mempengaruhi dunia, seperti  Isaac Newton, Darwin dan sebagainya.

 Masa Depan Sepeda Ontel di Indonesia

Melihat serunya bersepeda Ontel di Cambridge, dan Inggris pada umumnya. Kita jadi bertanya-tanya, kenapa tidak di Indonesia ya? Bukankah sepeda Ontel itu moda transportasi yang murah?

Mungkin banyak dari kita berfikir sangat nyaman bersepeda di Eropa karena udaranya yang sejuk dan nyaman, sementara di Indonesia sangat panas dan tidak nyaman untuk bersepeda.

Suasana saat Car Free Day di Jakarta, 10 Agustus 2014.

Puluhan sepeda onthel tua berkumpul bersama saat Car Free Day di Jakarta, 10 Agustus 2014.

Tetapi, itu tidak sepenuhnya benar. Justru cuaca di Inggris jauh lebih complicated dengan cuaca di Indonesia. Di musim panas, Inggris suhunya bisa mencapai di atas 30 derajat dan tidak kalah sumuknya dengan kota Surabaya, toh mereka malah asyik berpanas-panasan dengan sepeda ontelnya. Di musim dingin suhu bisa di bawah 0 derajat celcius dan bersalju. Hujan bisa turun kapan saja sepanjang tahun.

Jadi, bersepeda ontel itu bukan karena keadaan dan ketidakberdayaan. Tetapi karena pilihan budaya hidup. Pilihan yang dipengaruhi oleh bagaimana pola pikir kita terhadap kehidupan dunia ini.

Jika gaya hidup mewah dan pamer kakayaan hidup adalah pilihan mungkin sepeda ontel bukanlah pilihan yang tepat. Hal ini akan berbeda jika kesederhanaan dan keharmonian hidup dan alam menjadi pilihan. (Cakson@kompasiana.com)

SpedaOntel.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Info dan Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s