Sejarah Sepeda “Low Rider” di Indonesia

sepeda-low-rider-sekitar-tahun-70an

Sepeda Low Rider (sepeda rendah atau ceper) telah beredar bertahun-tahun lamanya, walau tak seorang pun yang mengetahui kapan tepatnya sepeda Low Rider mulai beredar dijalan-jalan. Sepeda Low Rider merupakan hasil dari sebuah gerakan Low Rider (Low Rider Movement) selama tahun 60an.

Pada awalnya style low rider hanya digunakan untuk memodifikasi otomobil. Karena mahalnya mobil pada saat itu, anak-anak muda yang tertarik dengan gerakan ini tidak sanggup untuk menjadi bagian. Sebagai gantinya mereka mulai memodifikasi sepeda yang telah mereka miliki.

Low Rider di Amerika

Sepeda Low Rider sudah beredar sejak beberapa dekade lalu, meskipun tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan sebenarnya sepeda Low Rider mulai ada dan digunakan, namun perkembangan sepeda Lowrider di Amerika bermula pada tahun 1960-an dari komunitas para imigran Mexico, yang lebih dikenal dengan Chicano (baca: Cikano, sebutan untuk orang Amerika Selatan/Latin)

Mereka membuat suatu karya seni melalui media mobil dengan mempergunakan mobil-mobil tua khususnya merk Chevrolet yang pada perkembangannya, mereka mulai mempergunakan media lainnya yaitu sepeda sebagai tempat menuangkan apresiasi seni.

Sepeda Low Rider merupakan hasil dari sebuah gerakan Low Rider (Low Rider Movement) selama tahun 60an. Adalah The Custom King George Barris yang awalnya menggunakan style low rider untuk memodifikasi otomobil, namun karena mahalnya mobil pada saat itu, anak-anak muda yang tertarik dengan trend ini tidak sanggup untuk memodifikasi otomobil. Sebagai gantinya mereka mulai memodifikasi sepeda yang telah mereka miliki.

1963-Chevy-Impala-Lowrider

Awal Mula Low Rider di Indonesia

Aliran Low Rider atau yang sering disebut dengan ‘sepeda rendah’ atau ‘ceper’ masuk Indonesia sekitar tahun 1970an. Pada awalnya Low Rider hanya dilakukan untuk kendaraan bermotor khususnya mobil.

Karena modal yang dikeluarkan tidaklah terlalu mahal, banyak yang mengadopsi aliran ini. Pada akhir tahun ’90 aliran ini banyak diadopsi oleh para pemakai sepeda motor.

https://sepeda.files.wordpress.com/2006/12/lowrider.JPG?w=275&h=237

(foto: wong-cilik, via: sepeda.wordpress.com)

Untuk sepeda sendiri tidak ada yang tahu pasti kapan aliran Low Rider mulai diikuti, namun sekitar pertengahan tahun 1980an seiring dengan banyaknya pemakai dan pemodifikasi sepeda motor juga mulai tertarik memainkan sepeda jenis ini.

Namun pada awal tahun 1980an itu, sepeda jenis ini belum benar-benar bervariasi, aliran Low Rider pun mulai banyak dikuti sebagai dasar memodifikasi sepeda sekitar pertengahan dekade itu.

Low Rider telah membuat cara pandang orang berbeda terhadap sepeda. Pilihan dalam mendesain style atau tema yang diinginan tidak akan punya akhir. Sempat pada akhir tahun 80an sepeda Low Rider mengalami mati suri, sedangkan BMX dan sepeda-sepeda Freestyle Mountain Bike mulai menjadi pilihan utama produksi para produsen sepeda.

Sepeda Lowrider di Indonesia

Ketika sepeda jenis Low Rider masuk ke Indonesia sekitar akhir tahun 70an dengan sebutan yang bermacam-macam seperti salah satunya sepeda “kumbang mini”.

http://cakrawalaindah.files.wordpress.com/2007/02/dscf1429.JPG

(foto: cakrawalaindah.wordpress)

Karena waktu peredaran atau penyebaran yang terbilang sempit, kurang lebih sepuluh tahun, menjadikan sepeda jenis ini berjumlah lebih sedikit dibandingkan sepeda jenis Ontel, MTB, Mini dan BMX.

Selain dari Indonesia, kebanyakan sepeda Low Rider dengan jenis Stingray 20 dan Beach Cruiser 26 didatangkan (import) dari negara-negara Asia seperti Jepang dan Cina, walaupun terdapat pula sebagian kecil dari Benua Barat seperti Amerika dan Eropa.

Dari Indonesia merk yang terkenal adalah Benny Indonesia, dari Jepang terkenal dengan merk Benny Japan, Fuji Feather, dan lain-lain.

Negara Cina dengan Phoenix dan negara Benua Barat dengan Schwinn (Chicago AS), Raleigh (Inggris), Stelber (Amerika), Murray (Amerika), Western Flyer (Amerika) atau pun dari Low Rider Bicycle Inc (Amerika / Australia).

SpedaOntel.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Kisah Sepeda Tua. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s