Ketika Ahok Bersepeda dari Rumah ke Kantor Memakai Baju Batik

ahok_naik_sepeda

Kala itu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta, saat hari bebas kendaraan bermotor bagi para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tiba lagi di Jumat awal Februari 2014 lalu, Basuki Tjahaja Purnama menepati janji untuk tak menggunakan kendaraan dinas.

ahok_naik_sepeda 4

Ahok mengendarai sepeda saat keluar dari kediamannya, Jumat (7/2/2014). Hari itu untuk pertama kalinya, Ahok menggunakan angkutan umum saat berangkat ke Balai Kota. (merdeka.com)

Ahok bersepeda dari kediamannya di Pantai Indah Mutiara, Pluit, Jakarta Utara menuju Balaikota DKI Jakarta.

Ini dilakukan berdasarkan Instruksi Gubernur (Ingub) 105 tahun 2013 mengenai larangan membawa membawa kendaraan pribadi bekerja.

Pria yang karib disapa Ahok itu memilih bersepeda untuk menempuh perjalanan dari rumahnya di Pluit, Jakarta Utara, menuju Balaikota.

Keluar dari rumahnya, Ahok langsung tancap gas menggowes sepeda bermotif loreng layaknya seragam tentara.

Namun yang mencolok, setelan busana yang dikenakan saat bersepeda bukanlah menggunakan baju olahraga.

Ahok memilih langsung menggunakan setelan resmi berupa kemeja batik berwarna cokelat serta celana bahan dan sepatu pantofel mengkilap berwarna hitam. Di belakang Ahok, tampak dua orang ajudan yang membuntutinya dengan sepeda motor.

ahok_naik_sepeda 1

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menggowes sepedanya menuju halte BKTB Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat (7/2/2014). (Kompas.com/Kurnia Sari Aziza)

Selama perjalanan, mantan Bupati Belitung Timur yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah menggantikan mantan Gubernur sebelumnya yaitu Joko Widodo yang kini menjadi Presiden periode 2014-2019 itu tampak menebar senyum menyapa petugas kebersihan dan petugas keamanan yang ia lewati.

ahok_naik_sepeda 5

Ahok melihat jam tangan saat mengayuh sepeda menuju shelter BKTB yang ada di depan Waduk Pluit. (merdeka.com/imam buhori)

“Ayo pak, berangkat kerja dulu,” kata Ahok sambil mengayuh sepedanya, Jumat (7/2/2014) lalu.

Tiba di depan pintu gerbang, Ahok langsung berjalan cepat menuju Waduk Pluit.

Dari sana, dia akan melanjutkan perjalanan menuju kantor menggunakan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB).

Ia sesekali tampak menengok arlojinya sebab waktu telah menunjukkan pukul 07.30 WIB, sementara dia harus tiba di Balaikota pada pukul 08.00 WIB.

“Waduh, kayanya aku terlambat nih,” ujar Ahok sambil berjalan cepat.

ahok_naik_sepeda 6

Ahok dikerubungi wartawan saat menunggu BKTB jurusan Pantai Indah Kapuk-Monas di depan Waduk Pluit. (merdeka.com/imam buhori).

Tidak jauh dari Waduk Pluit di sana telah menunggu Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono dan Kepala UP Transjakarta Pargaulan Butar-butar. Mereka kemudian ke Halte BKTB dan langsung menaiki bus yang telah menunggu.

“Ayo, kita naik BKTB..,” seru Ahok.

Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam, Ahok pun kemudian tiba di Balaikota pada pukul 08.30 WIB. Itu berarti pria berkaca mata itu akhirnya terlambat tiba di Balaikota, wakakakak🙂 . “Saya memang terlambat ini, dari berangkatnya sudah kesiangan,” keluh Ahok.

ahok_naik_sepeda 7

Ahok bersama Kepala Dinas Perhubungan dan ajudan saat berjalan menuju Balai Kota setelah turun dari Busway. (merdeka.com/imam buhori).

Naik Sepeda, Pantat Ahok Terasa Sakit

Sebulan pun berlalu, kini sudah bulan Maret 2014, Ahok masih naik sepeda tiap hari Jumat diawal bulan. Suatu waktu wartawan mengajak ngobrol Ahok setelah tiba di kantornya dengan bersepeda pada Jumat (7/3/2014).

Setelah sampai, dia mengatakan, senang bersepeda pagi hari di Jakarta. Bahkan, tidak terlalu lelah. “Lumayan hari ini. Gak capek sih, cuman pantat aja sakit,” jelasnya di Balaikota DKI Jakarta.

Ahok mengatakan, bersepeda dapat memperkuat otot paha. Sehingga dapat memperbanyak kandungan hormon testoteron. Selain itu, dengan terbentuknya otot di sekitar paha dapat mengurangi gesekan antar tulang sendi pada bagian lutut.

“Naik sepeda meningkatkan hormon testoteron. Masyarakat kita itu kelemahannya jalan kaki. Nah dengan naik sepeda, makin lama jadi jaringannya otot di lutut terbentuk. Jadi bikin enggak sakit,” ungkapnya.

Ahok mengungkapkan, seharusnya ia bisa lebih cepat sampai jika tidak meluangkan waktu untuk berfoto dengan warga di pasar tumpah di Jalan Tongkol, Kota Tua, Jakarta Barat. Ahok mengatakan, sesekali perlu meluangkan waktu untuk mereka.

“Pasar kaget tiap pagi tadi saya berhenti salaman. Di tempat lain mikrolet kalau ditahan ngamuk,” tutupnya. “Seharusnya bisa sampai kantor sekitar 40 menit aja,” tambahnya.

Ahok Dimarahi Istri, Naik Sepeda Tak Boleh Ngeluh Sakit

Ahok mengatakan, ia kini berangkat dari kediamannya sejak pukul 05.40 WIB. Ditemani lima orang ajudan yang bersepeda, ia memulai perjalanan dari sisi Waduk Pluit. Perjalanan dilanjutkan ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Pada kesempatan ini wartawan terkecoh, dengan mengenakan kaos berkerah warna hitam dan celana bahan cokelat ia melanjutkan bersepeda ke Jalan Glodok. Perjalanan langsung segera melaju ke Jalan Harmoni, Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan lalu sampai ke Balaikota DKI Jakarta.

“Ketipu kan lo,” ujarnya saat para wartawan mendekati Ahok yang tengah bersepeda. Ahok tak ingin media mengikutinya saat bersepeda ke kantor. Menurut Ahok, ketika diikuti media dirinya merasa tak santai. “Kalau terlalu ramai, laju sepedanya terhambat. Belum lagi polusi,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.

ahok_naik_sepeda 3

Ahok bersepeda pada Jumat awal bulan Maret dengan ditemani lima orang ajudan yang juga bersepeda (tempo)

Tak hanya menyembunyikan dari media, Ahok mengaku tak memberitahukan istrinya, Veronica Tan ketika memutuskan naik sepeda ke Balai Kota. “Istri saya aja baru tahu pas baru bangun tadi. Dia kaget, terus bilang ‘awas ya kalau nanti pas pulang ngeluh sakit, jangan minta obat!’, hahaha,” canda Ahok.

Kali ini, Ahok sampai di Balaikota saat waktu menunjukkan pukul 06.30 WIB. Dan ia segera mandi ketika sampai. Dia memang belum mandi saat bersepeda menuju Balaikota DKI Jakarta.

Kisah Ahok Pernah Hidup Susah di Jakarta

Memiliki tanah, pantai, bukit dan pulau sekaligus jabatan, mulai dari Bupati Belitung Timur,  lalu menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga kini sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo, membuat tanda tanya, pernahkah Basuki Tjahaja Purnama hidup susah?

Pertanyaan tersebut dilontarkan wartawan yang ikut pulang ke kampungnya, Manggar, Belitung, Minggu (16/2/2014) siang. Hal itu juga yang mengusik asyiknya pria yang disapa Ahok itu di kala melahap santapan rajungan rebus dan aneka ikan kesukaan.

“Aku juga pernah hidup susah, kok,” ujar Ahok, serius, sambil membersihkan jari-jemarinya dari bumbu rajungan dengan tissue.

Ketika duduk di bangku SMA, dia dan adiknya, Basuri Tjahaja Purnama, bersekolah di salah satu sekolah swasta Kristen di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Kala itu, usaha sang ayah di Belitung tengah diterpa persoalan ekonomi.

Ahok dan Basuri Tjahaja Purnama

Ahok dan adiknya, dr. Basuri Tjahaja Purnama, M.Gizi.Sp.GK (kanan) yang kini menjadi Bupati Belitung Timur menggantikan Ahok. (detik)

Basuki dan Basuri remaja harus berhemat-hemat supaya uang bulanan dari sang ayah tidak cepat habis. Keduanya memilih angkot dengan trayek langsung, meski harus menunggu lama dan bangun lebih cepat, rela tidak jajan di sekolah, dan memilih untuk membawa bekal dari rumahnya.

Lantaran harus mengencangkan ikat pinggang seperti itulah yang juga membuat Ahok pikir panjang untuk ‘menggebet’ wanita lain. “Kan ngapel itu perlu uang juga. Buat hari-hari aja sulit,” ujarnya.

Namun demikian, pria kelahiran Manggar, 29 Juni 1966, itu tetap bersyukur. Setidaknya, ia tetap bisa menempuh pendidikan di kota besar. Berbeda dari banyak anak di kampung halamannya yang mimpinya berakhir di lubang-lubang tambang di Belitung.

Pengalaman itu jugalah yang membulatkan tekad Ahok untuk mewujudkan pendidikan gratis bagi masyarakat, terutama warga miskin. Di Jakarta kala itu, Ahok dan Joko Widodo terbukti sudah menyelenggarakan Kartu Jakarta Pintar (KJP), akses pendidikan bagi anak sekolah tidak mampu di Jakarta. (kompas.com/ merdeka.com/ tempo.co)

SpedaOntel.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Kisah Bersepeda. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ketika Ahok Bersepeda dari Rumah ke Kantor Memakai Baju Batik

  1. rio berkata:

    wah ajudannya pada bawa tas. isinya paling glock ama uzi hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s