Dubes Denmark dan Norwegia Ajak Masyarakat Indonesia Gemar Bersepeda

Dubes Denmark Sasper Klynge Ajak Masyarakat Indonesia Gemar Bersepeda 2

Bersama Bike 2 Work (B2W) Indonesia, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge, dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik mengajak masyarakat Indonesia untuk bersepeda.

“Ini acara yang terbuka untuk umum. Tujuannya agar jumlah penggunaan mobil berkurang dan semua orang bisa bersepeda ke tempat kegiatan mereka.” Hal tersebut disampaikan Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge, di Gelora Bung Karno, Jumat (30/1/2015) lalu.

Dubes Denmark selfie dengan Ketua B2W Indonesia Toto Sugiarto, saat event Tweed Run Jakarta 2014 lalu (Foto: @DubesDenmark)

Dubes Denmark selfie dengan Ketua B2W Indonesia Toto Sugiarto, saat event Tweed Run Jakarta 2014 lalu (Foto: @DubesDenmark)

Casper hadir dalam rangka promosi Gerakan Viking Biking Indonesia yang akan digelar pada Jumat (6/2/2015). Kedutaan Besar Denmark dan Norwegia di Jakarta bekerjasama dengan komunitas Bike 2 Work (B2W) untuk menyukseskan gerakan tersebut.

Melalui gerakan tersebut, diharapkan masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih baik melalui bersepeda. B2W berencana mengajak Presiden Joko Widodo dan para menteri untuk bersepeda. B2W juga mengajak partisipasi masyarakat umum, para CEO, politisi, dan musisi untuk mengikuti gerakan ini.

“Di negara kami bersepeda mampu menghasilkan dampak positif yang besar,” tutur Klynge. Di Jakarta, kita semua dapat bersepeda setiap saat karena cuacanya lebih baik dibandingkan di negara kami. Kami saja kerap kesulitan bersepeda, terutama saat musim dingin,” ujar Klynge.

Dubes Denmark Sasper Klynge Ajak Masyarakat Indonesia Gemar Bersepeda

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge (pakai jas), didampingi istrinya bersepeda dari Istana Merdeka saat saat berada di Taman monas Jakarta Pusat, menuju kantor kedubes Denmark di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/10/2014). Ia bersepeda didampingi komunitas B2W dan KGC.

Kedutaan Besar Denmark di Jakarta menyampaikan sejumlah fakta menarik tentang sepeda di ibu kota negara mereka.

Menurut data mereka, jumlah sepeda di Kopenhagen lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan roda empat. Perbandingannya, 5:1. Sepeda memang bagian dari keluarga Kopenhagen.

Gambarannya, empat dari lima orang Kopenhagen minimal memiliki sebuah sepeda. Sebanyak 25 persen dari keluarga dengan dua anak di Kopenhagen memiliki sebuah sepeda kargo.

Selain itu 17 persen keluarga Kopenhagen dengan anak memiliki sebuah sepeda kargo. Kopenhagen juga memiliki banyak fasilitas yang menunjang kegiatan ini.

Di Kopenhagen, termasuk kawasan suburban, terdapat 289 toko sepeda. Selain itu terdapat 20 perusahaan yang kantornya sengaja didesain untuk sepeda. Di Kopenhagen pula, sepeda tidak hanya menjadi milik perorangan. Sepeda bahkan menjadi transportasi umum.

Two Danish Embassy workers going for a cycling trip to promote the new initiative. Photo: Danish Embassy in Indonesia

Two Danish Embassy employees going for a cycling trip in a Danish cargo-bike “Christiania Cykel” to promote the new initiative. Photo: Danish Embassy in Indonesia. (pic: scandasia.com)

Diperkirakan ada 130 ojek sepeda di Kopenhagen. Sepeda juga menjadi kendaraan bagi kantor pos Kopenhagen. Sebanyak 306 sepeda dimiliki oleh kantor pos Kopenhagen.

“Sekarang kami juga warga Jakarta, jadi kami ingin membantu masyarakat Jakarta agar bisa bersepeda melalui gerakan ini,” imbuh Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Stig Traavik.

Sementara itu, Ketua Umum Bike 2 Work, Toto Sugito di Gelora Bung Karno, Jumat (30/1/2015) lalu mengatakan:

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersepeda sebagai moda transportasi alternatif. Sejak kami 2004 kami selalu terkendala political will yang belum mengarah ke situ.”

Viking tidak merujuk pada nama komunitas penggemar klub sepak bola. Viking Biking Indonesia berawal dari bangsa Viking yang terkenal kuat dan memiliki cara hidup yang sederhana.

Mentalitas bangsa Viking sampai sekarang mengakar pada masyarakat Skandinavia. Masyarakat di Norwegia dan Denmark terkenal tetap bersepeda saat segala musim. “Bersepeda itu budaya dan modern,” jelas Toto.  (tribunnews).

VIking Biking Indonesia

Presiden Jokowi saat mengunjungi komunitas sepeda onthel di Bundarah HI Jakarta ketika CFD 18 Januari 2015 lalu. (foto:SpedaOntel.wordpress.com)

Presiden Jokowi saat mengunjungi komunitas sepeda onthel di Bundarah HI Jakarta ketika CFD 18 Januari 2015 lalu. (foto:SpedaOntel.wordpress.com)

-SpedaOntel.wordpress.com-

Pos ini dipublikasikan di Info dan Berita, Kisah Bersepeda. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s