Kompas Jelajah Sepeda 2015: Untuk Kesekian Kalinya Onthelist Ikut Kompas Jelajah Sepeda, Kali Ini Di Papua!

Kompas Jelajah Sepeda

Satu lagi Duta ontelista dari Kosti Pusat di percaya kembali untuk mengarungi Ekspedisi Kompas Jelajah Sepeda, namun kali ini di Papua!

Siapa lagi kalau bukan “ibu negara” Srikandi Onthelis Indonesia, Neng Tya, yang akan menjelajah Papua, pulau paling timur Indonesia bersama 50 orang pesepeda yang telah terpilih.

Kompas Jelajah Sepeda Nusantara adalah event menjelajah wilayah Nusantara dengan sepeda, dari Sabang sampai Merauke!

Namun kali ini, Kompas Jelajah Sepeda Papua, merupakan rangkaian terakhir jelajah Nusantara dengan sepeda dari Sabang sampai Merauke, yang dimotori oleh Kompas.

Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015 banner atas

Tahun 2008, Kompas telah mengadakan jelajah sepeda pertamanya antara Anyer – Panarukan sejauh 1100 km.

Tahun 2010, Jelajah Surabaya – Jakarta sejauh 1100 km, ddiikuti oleh Rendi Koteka. Kemudian jelajah Jakarta – Palembang sejauh 600 km di tahun 2011 oleh Grady Boot’s.

Tahun 2012, Jelajah Bali – Pulau Komodo sejauh 900 km oleh Yayanaja Aja.

Tahun 2013, Jelajah sepeda Sabang – Padang 1600 km.

Tahun 2014, Jelajah Manado – Makasar 1600 km.

Tahun 2015, Kompas menutup jelajah nusantaranya dengan 2 jelajah yaitu Kalimantan dan Papua. Jelajah Kalimantan sudah dilaksanakan pada awal Mei 2015 lalu.

Sedangkan Jelajah Sepeda Papua 2015 ini dilaksanakan pada bulan Juni 2015, dalam rangkaian ulang tahun Kompas ke 50, dengan jarak tempuh sejauh 505 km dan finish atau berakhir di Merauke.

Ontelis Neng Tya Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015 04

Penggambilan Sepeda. Neng Tya, Srikandi Onthelista Indonesia sebagai duta perwakilan untuk “Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015” dari Komunitas Onthel yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), saat pengambilan sepeda untuk Jelajah Sepeda Papua 2015. (Pict. courtesy: Neng Tya)

“Kompas Jelajah Sepeda Papua” dilaksanakan pada:

– Hari, Tanggal: Rabu – Selasa, (3 – 8 Juni 2015)

– Waktu: 07:00 WIB – Selesai

– Jalur Bersepeda : Sentani – Sarmi – Bonggo – Waena – Abepura – Sky Line – Polimak – Puncak Jayapura City – Entrop – Hamadi – Argapura – Weref – Pelabuhan – Jalan Irian – Porasko – Dok 5 – Base G – Pasir Dua – Angkasa – Dok 5 – Taman Imbi – TN Masur – Merauke, Papua.

– Jarak Bersepeda : 600 kilometer

– Supervisi program & Pelatih : Grady Boot’s

Ikuti liputannya di Harian Nasional Kompas pada 2-9 Juni 2015.

Jelajah Sepeda Papua yang diadakan Harian Kompas dibagi menjadi lima etape dengan waktu lima hari. Berangkat dari Sarmi, Rabu (3/6/2015) .

Etape 1: Sarmi – Bonggo (123 km)

Ontelis Neng Tya Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015

Neng Tya, Srikandi Onthelista Indonesia sebagai duta perwakilan untuk “Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015” dari Komunitas Onthel yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI). (Pict. courtesy: Neng Tya)

Berangkat dari Sarmi, Rabu (3/6/2015) pesepeda gowes sejauh 123 kilometer menuju Bonggo pada etape pertama. Start hari pertama di warnai hujan wuaaahhh dinginnyaa. Namun para peserta tetap semangat!

Jalur berbukit yang menanjak kemudian menurun atau dikenal dengan rolling seakan tak ada habisnya dari Bonggo, Kabupaten Sarmi menuju Unurum Guay, Kabupaten Jayapura, Papua.

Para peserta menjajal jalur-jalur menanjak, salah satunya dinamai “Aduh Mama” yang berada di Kabupaten Jayapura, Papua.

Semua bersemangat menjajal tanjakan di depan mata.

Saat kontur rolling, pesepeda meluncur kencang di turunan tanpa menekan rem agar bisa terus melaju tanpa harus gowes saat menanjak.

Namun, upaya itu sia-sia karena banyak jembatan mupun jalan rusak saat hendak menanjak. Akhirnya pesepeda harus gowes dari titik awal kontur menanjak. Rombongan mulai banyak yang tercecer.

Ontelis Neng Tya Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015 06

Stiker bertuliskan: Onthelis Indonesia: THE ONE, terlihat ditempel pada frame sepeda Neng Tya saat Jelajah Sepeda Papua 2015. (Pict. courtesy: Neng Tya)

Lambat laun, jumlah pesepeda makin sedikit. Rupanya pesepeda yang dievakuasi bertambah banyak.

Mobil-mobil bak terbuka makin penuh dengan sepeda.

Bahkan, para peserta sampai naik bus. Sisanya yang masih bertahan, berharap dapat mengejar matahari terbenam di Danau Sentani.

Perjalanan terus dilanjutkan. Namun, hingga jarum jam menunjukkan pukul 17.30 WIT, jarak tempuh belum mencapai 100 km. Padahal, total jarak etape 2 ini mencapai sekitar 140 km.

Hari sudah mulai gelap. Sempat diusulkan evakuasi hingga Danau Sentani untuk mengejar sunset, kemudian melanjutkan gowes hingga titik finis etape dua.

Etape 2: Bonggo – Sentani (110 km)

Pada etape kedua, peserta gowes dari Bonggo menuju Sentani yang berjarak 147 kilometer. Etape ini akhirnya diputuskan untuk gowes malam. Lampu-lampu sepeda pun dinyalakan. Gagal sudah berfoto-foto dengan pemandangan Danau Sentani.

Para srikandi yang melanjutkan gowes masuk dalam barisan depan, tepat di belakang marshal. Dikira sudah tak banyak kontur menanjak sehingga dapat mencapai finis lebih cepat.

Ontelis Neng Tya (kiri) dan rekannya Michaela (kanan) saat berada ditanjakan mcArthur. (Pict. courtesy: Neng Tya)

Ontelis Neng Tya (kiri) dan rekannya Michaela (kanan) saat berada ditanjakan di mcArthur. (Pict. courtesy: Neng Tya)

Nyatanya, tanjakan cukup tajam dan ada tanjakan panjang yang membuat beberapa peserta menuntun sepedanya. Selain menanjak, banyak pula jalan berlubang.

Jalur yang dilalui pun sangat gelap karena kiri dan kanan hutan. Sesekali ada rumah penduduk. Itu pun gelap karena belum ada listrik.

Marshal memutuskan untuk beristirahat sekaligus regrouping pesepeda saat jarak tempuh mencapai 110 km.

Namun, melihat kondisi yang sangat gelap dan banyak menanjak, panitia dan pesepeda akhirnya sepakat untuk dievakuasi sampai ke hotel tempat menginap.

Semua peserta diberangkatkan lebih dulu ke dalam sejumlah mobil dan satu bus. Sementara sepeda dikumpulkan dan dinaikkan ke truk serta mobil box yang saat itu belu tiba di lokasi.

Sepanjang perjalanan di mobil, jalur rolling pun masih banyak ditemui. Sepanjang jalan pun gelap. Sekitar 1,5 jam atau pukul 20.30 WIT, rombongan Jelajah Sepeda Papua akhirnya tiba di hotel di Sentani. Entah, berapa lama jika ditempuh dengan sepeda.

Etape 3: Sentani – Jayapura (85 km)

Memasuki etape ketiga Jelajah Sepeda Papua, para pesepeda menempuh jarak sekitar 85 kilometer. Peserta akan berangkat Jumat pagi (5/6/2015) dari Sentani menuju Jayapura melalui rute-rute berkeliling dan mengunjungi lokasi- lokasi yang berada di perbukitan di Jayapura.

Ontelis Neng Tya Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015 02

Neng Tya, Srikandi Onthelista Indonesia sebagai duta perwakilan untuk “Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015” dari Komunitas Onthel yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) setelah menyelesaikan pada Etape Ketiga, Sentani – Jayapura. (Pict. courtesy: Neng Tya)

Pada etape ketiga ini, Jelajah Sepeda Papua, pesepeda akan mengunjungi Mc Arthur – Waena – Abepura – Sky Line – Entrop – Tasangka – Polinak – Pemancar/Jayapura City, diselingi makan siang dan sembahyang jumat di masjid Bucend – Hasrat Abadi – Polinak lll – Kodam – Paldam – APO – Dok V Atas – Mess Polwan – Dok IV – kantor gubernur – lalu finish di Taman Imbi.

Etape 4: Jayapura-Merauke-Sota (80 km)

Ontelis Neng Tya Kompas Jelajah Sepeda Papua 2015 05

Mendarat di Merauke. Neng Tya beberapa saat setelah mendarat di Merauke untuk menempuh Etape Keempat,Pada etape ini pesepeda memang harus terbang ke Merauke, lalu dilanjutkan menempuh jarak 80 kilometer (Pict. courtesy: Neng Tya)

Etape Keempat menempuh kota Jayapura -Merauke – Sota. Pada etape ini pesepeda terbang ke Merauke.

Setelah sampai di Merauke, lalu para pesepeda melanjutkan perjalanan dan menempuh jarak 80 kilometer dengan kontur datar ke Sota, wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Meski demikian etape ini tidak bisa dianggap enteng karena sehari sebelumnya para pesepeda rata-rata kurang tidur akibat harus terbang ke Merauke pagi ini.

Sebagian besar peserta sudah bangun sejak pukul 03.00 WIT untuk mengejar pesawat pagi. Adapun sepeda sudah dipacking oleh masing-masing peserta sore kemarin.

Sesampai di Merauke, peserta harus memasang sepedanya sebelum gowes menuju perbatasan. Sesampai di perbatasan, rombongan bermalam di tenda, sebelum esok pagi gowes kembali ke Merauke.

Etape 5: Sota – Merauke (90 km)

Pada etape kelima, setelah menginap di tenda, para pesepeda akan menempuh jarak 90 kilometer dari Sota menuju kota Merauke, melewati Taman Nasional Wasur, dan finish di Lapangan Mandala Merauke.

Jelajah Sepeda Papua yang diadakan harian Kompas, mencapai finish di Taman Mandala, Merauke, Minggu (7/6/2015). Berakhirnya jelajah sepeda di Papua ini sekaligus pemenuhan program jelajah sepeda dari Sabang sampai Merauke yang melintasi berbagai pulau dan 24 provinsi di Indonesia.

Jelajah Sepeda Kompas sebelumnya diselenggarakan di berbagai lokasi, seperti melintasi Pulau Jawa, Sumatra, mengelilingi Kalimantan dan Sulawesi, serta menjelajahi Bali dan Nusa Tenggara. (sumber: jelajahsepeda.kompas.com)

Ontelis Neng Tya selesai menjelajah Papua. (Pict courtesy: Neng Tya)

Ontelis Neng Tya selesai menjelajah Papua. (Pict courtesy: Neng Tya)

onthelis wanita pict by Suwesta Suwesta

Para Srikandi Jelajah Sepeda Papua 2015. (Pict courtesy: Suwesta Suwesta)

Neng Tya, Onthelista KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia)

Neng Tya, Onthelista KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia)

SpedaOntel.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Event Acara, Kisah Bersepeda dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s