Ribuan Onthelis Konvoi Sambut Hari Santri

konvoi-othel-2

Antusiasme menyambut Hari Santri Nasional pertama jelang 22 Oktober 2015 lalu, mulai menggema di sejumlah tanah air. Bahkan tidak hanya santri, sejumlah komunitas lain pun turut merayakannya.

Di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur misalnya, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) menggelar Festival Onthel Pesantren dengan berkonvoi bersama santri mengenakan kostum unik.

Berbagai kostum, mulai dari pakaian ala santri dan sejumlah kostum unik lain seperti busana ala suku Apache Amerika, kostum sakera, kostum perang hingga kostum pasangan pengantin, menghiasi festifal onthel yang diikuti sekitar 50 komunitas sepeda kuno se-Jawa Timur ini.

Konvoi ontelis se-Jatim ini dilepas pengurus KOSTI dari halaman Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo. Konvoi onthel menempuh jarak 10 kilo meter, melewati pemukiman warga jalur pantura hingga kembali ke halaman pesantren.

Selain puluhan komunitas onthel se-Jawa Timur, konvoi juga diikuti ratusan santri dan simpatisan pesantren dengan jumlah keseluruhan sekitar 2.000 peserta.

KH Haris Damanhuri Romly, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada pemerintah Republik Indonesia, yang telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional.

Sepeda onthel juga merupakan salah satu alat bukti sejarah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah.

“Kegiatan ini untuk memperingati hari santri nasional. Selain itu juga untuk mendekatkan para ontelis untuk lebih religius dengan berada di lingkungan pesantren. Serta untuk mengingatkan kita akan perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan bangsa ini,” ujar salah satu pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong KH. Haris Damanhuri Romly, kepada wartabromo.com, Rabu (21/10/2105) silam.

Selain menyambut momentum hari santri, acara ini juga mengampanyekan pengurangan emisi gas buang atau bebas asap. Dimana dengan bersepeda akan menyehatkan fisik, karena tidak selalu terpapar oleh gas buang CO2 yang dikeluarkan kendaraaan bermotor.

“Selain melestarikan sepeda kuno, yang pasti dengan bersepeda kita sehat. Kami juga mengkampanyekan pengurangan gas buang, sebab dengan sering menggunakan sepeda otomatis kita mengurangi penggunaan kendaraan bermotor,” ujar salah satu peserta Edo, yang juga Ketua Ontel Primitif Jember.

Pihak pesantren berharap, pelestarian budaya onthel bersama kaum santri dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang. Sehingga jati diri bangsa pada zaman pra-kemerdekaan tetap terjaga. Pesantren, sebagai salah satu pendidikan tertua di Indonesia, yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, namun juga mendidik rasa nasionalisme dalam mempertahankan nkri kepada para santrinya. (saw/fyd/wartabromo.com)

spedaontel.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Event Acara. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s