Cara Rakit Sendiri Sepeda Listrik

rakit sendiri sepeda listrik

Merakit sendiri sepeda listrik tidak sulit. Sangat sederhana dan dapat diterapkan pada semua jenis sepeda.

Meski banyak sekali jenis yg tersedia, tapi mari kita mulai dari bentuk yang paling sederhana. Setelah paham prinsip dasarnya, improvisasi lebih lanjut akan lebih mudah dan tentu sangat diharapkan. Agar tercipta banyak ide-ide baru.

Pertama, yang kita perlukan hanyalah membeli kit untuk sepeda. Kit tersebut biasanya terdiri dari bagian-bagian berikut

1. Motor Pada Roda (Penggerak)

Berdasarkan letaknya, ada 3 jenis. Yaitu di pasang:

  • di roda belakang
  • di roda depan
  • di kedua roda

Umumnya orang pilih di salah satu roda agar anggaran bisa ditekan.

Ide pasang di roda depan agar tetap bisa menggunakan gigi untuk mengayuh yang telah terpasang saat membeli sepeda. Sedangkan pemasangan di roda belakang berangkat dari ide kendaraan pada umumnya. Tujuannya untuk memperoleh daya dorong optimal.

Berdasarkan cara kerja motor penggerak, ada 2 jenis:

  • brushed
  • brushless

Tipe brushes ada bagian yang harus diganti, sedang tipe brushless tidak.

Berdasarkan daya dorong dibagi lagi sesuai watt. Makin besar ukurannya tentu daya angkut & kecepatan lebih besar. Konsekuensinya harus disertai keperluan baterai yang lebih besar juga.

2. Baterai

posisi baterai sepeda listrikIni menjadi sumber daya untuk menggerakkan motor.

Volt disesuaikan dengan spesifikasi motor penggerak. Untuk Ampere, makin besar akan memberikan daya jangkau yang lebih jauh.

Baterai biasa disimpan dengan dudukan di bagian belakangan, di frame tengah atau paling praktis di depan stang. Tapi jika baterai cukup berat biasa dipasang di belakang demi kestabilan & keseimbangan.

Umumnya kit disertai baterai 12AH yang mana memberi daya jangkau antara 10 sampai 60 km per satu kali pengisian.

jarak tempuh = jumlah baterai * ampere * volt / watt * kecepatan

Dibedakan dari bentuknya, baterai ada yang berbentuk kotak seperti accu pada umumnya, ada juga yang berbentuk tabung seperti botol minuman

Sedang menurut jenisnya ada:

  • LiFePO4
  • LiPo
  • Li-On
  • accu kering
  • accu basah.

Perbedaan LiPo & Li-On adalah pada sisi elektrodanya. Yang pertama menggunakan Lithium Ferrous Phosphate, dan yang kedua menggunakan Lithium Cobalt Manganese. Keunggulan LiFePO4 adalah baterai dapat dicharge kapan saja, lebih tidak rewel, memiliki umur lebih panjang dan proses charging lebih cepat. Tentu beberapa keunggulan ini harus ditukar dengan dana yang lebih besar.

3. Kendali (Pengatur Kecepatan)

pengatur kecepatan sepeda listrikAlat untuk pengatur kecepatan ini ada 2 macam, yaitu:

  • throttle control yg mengatur gas dari stang sepeda
  • pedal assist system (PAS) yang mengaktifkan motor lewat kaki.

Tetapi umumnya orang memilih kendali lewat throttle control. Juga terdapat sebuah indikator baterai yang dapat dipasang di stang.

Sepeda Motor Hybrid (Tenaga Listrik & Bensin)

Prinsipnya sama dengan sepeda listrik yang posisi penggerak listrik dipasang di roda depan, yaitu agar tetap dapat menggunakan gigi dari kayuhan. Demikian juga sepeda motor, tujuannya agar penggerak bensin di belakang tetap dapat digunakan.

Saat bensin tidak tersedia kita bisa pakai penggerak listrik di roda depan. Sebaliknya, menggunakan mesin di roda belakang ketika ingin menggunakan tenaga bensin.

Jika perlu bantuan atau ingin punya sepeda motor hybrid siap pakai bisa kontak jaringan universitas yang sudah bekerjasama dengan komunitas di universitas.kendaraanlistrik.net

Contoh Sepeda Listrik

Karya-karya teman di komunitas bisa dilihat pada tautan berikut atau google dengan keyword “galeri komunitas kendaraan listrik”.

Salah satunya adalah kiriman Eddy Santoso dari Solo, lengkap dengan spesifikasinya. Rakitan MTB E bike 2012 dan Costumized E bike. Yang Customed E bike hasil modifikasi dari sepeda motor listrik Dayang, sebagian body dibuang dan ditambah costum sendiri.

Spesifikasi:

  • Power     : 1500W
  • Motor     : Brushless gearless hub motor
  • Motor efficiency : >85%
  • Magnet size :  35mm
  • Phase angle : 120 degree
  • 3 Switch Power Speed : 1-2-3
  • Battery Li po : 48v20Ah with BMS , Rear rack case, weight 5,2kg
  • Cycle life : 1000 times
  • Controller :48v35Ah  weight 0,8kg (18 Mosfet)
  • Range  : 50 – 60km
  • Charging time : 2-4 hours
  • Top Speed : 70 – 80 km/h
  • Sensor : Brake level
  • Axel size/ Dropout spacing : 142mm x 12 mm
  • Rims : Doble wall 36H , spoke : 10G

Langkah Berikutnya?

Perhatikan ketebalan ban & sistem pengereman! Sebetulnya dengan ukuran ban dan beban sepeda yang ringan cukup memerlukan penggerak berdaya 250 watt. Tapi jika diperlukan tenaga yang lebih besar sebaiknya juga disertai dengan mengganti ketebalan ban agar daya cengkram ke permukaan jalan menjadi bertambah. Sistem pengereman juga perlu diganti dengan disc brake/cakram atau hydraulic brake.

Setelah menguasai ini, dapat dikembangkan menjadi Tricycle atau kendaraan roda tiga dengan penggerak di salah satu roda. Kemudian bisa memulai berkreasi dengan mobil listrik sederhana. Selamat mencoba. (sumber:.kendaraanlistrik.net)

Pos ini dipublikasikan di Tips and Triks dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s